RADAR BANYUWANGI.ID – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 siap memukau ribuan penonton pada Sabtu (18/7) mulai pukul 13.00 WIB. Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di Banyuwangi, panitia juga menyiapkan siaran langsung (live streaming) sehingga kemeriahan parade budaya bertaraf internasional ini tetap bisa dinikmati dari mana saja.
Tahun ini, BEC mengusung tema besar "Perang Bayu: The Great War of Blambangan", yang mengangkat kisah heroik perjuangan rakyat Blambangan melawan VOC pada 1771–1772. Tema tersebut divisualisasikan melalui puluhan kostum etnik spektakuler yang dibagi ke dalam lima subtema.
Start Pukul 13.00 WIB dari Jalan Veteran
Parade BEC 2026 akan dimulai dari Jalan Veteran, tepatnya di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atau kawasan Taman Blambangan.
Selanjutnya, para talent akan berjalan menyusuri pusat Kota Banyuwangi melewati Pasar Banyuwangi, Masjid Agung Baiturrahman, Jalan PB Sudirman, dan Jalan Ahmad Yani, sebelum berakhir di kawasan Simpang Lima atau depan SMP Negeri 1 Banyuwangi.
Rute sepanjang sekitar 2,5 kilometer tersebut diperkirakan dipadati ribuan masyarakat, wisatawan domestik, hingga tamu mancanegara.
Bisa Ditonton Lewat Live Streaming
Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di lokasi, penyelenggara menyediakan siaran langsung melalui kanal YouTube.
Link live streaming BEC 2026:
Live Streaming Banyuwangi Ethno Carnival 2026
Siaran langsung dijadwalkan dimulai bersamaan dengan pelaksanaan parade sehingga masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian acara secara real time.
Angkat Kisah Heroik Perang Bayu
BEC edisi ke-13 ini menghadirkan lima subtema utama yang merepresentasikan perjalanan sejarah Perang Bayu, yaitu:
-
Pejuang Blambangan, menampilkan tokoh-tokoh perjuangan seperti Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit.
-
Alat dan Genderang Perang, menampilkan visualisasi senjata tradisional, tombak, keris, hingga genderang perang.
-
VOC dan Sekutu, menggambarkan kekuatan kolonial Belanda beserta simbol-simbol kekuasaannya.
-
Situs Perang, menghadirkan lokasi bersejarah seperti Rowo Bayu, Teluk Pangpang, dan Grajagan.
-
Hasil Bumi, menampilkan kekayaan rempah-rempah, hasil pertanian, dan perkebunan Banyuwangi yang menjadi salah satu pemicu terjadinya Perang Bayu.
Melalui perpaduan seni pertunjukan, kostum etnik, tari, dan teatrikal, BEC 2026 tidak hanya menjadi atraksi wisata, tetapi juga media edukasi sejarah bagi masyarakat.
Parade ini juga menjadi bagian dari rangkaian BEC Week serta masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) yang setiap tahun menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah maupun luar negeri. (*)
Editor : Ali Sodiqin