Duri dan Layu
bolehkah kupetik setangkai mawar yang menyelip
di belahan dadamu? akan kupajang pada malam
biar tidurku semakin mendekur. mengharumkan
mimpi-mimpiku
sampai pun kepayang
tetapi, sayang. bagai dihinggapi angin duduk
di antara lamun dan tidurku
kutemukan sekadar duri dan layu
Puisi Hujan
kepada tanah basah
lagi dan lagi. menderas hujan kembali
bagai awan murung-merisau
kata-kata tak terbendung. meluapkan seribu kenang
katak meribut sepanjang malam
menjadi mimpi dini hari. dingin di balik tengkukku
masih merengkuh bayang
yang bertempurung di kepala
menderas kembali
kutulis puisi hujan lagi
derai-derai biar segara gelisah merdam
dan tenggelam jauh di mata kekasih
ingatan panjang pelangi
bagai pohon tumbang. aku tak berdaya
hanyut dan tenggelam
tetapi janji muara
kita bertemu,
di pertemuan samudra itu
Bandang Dusun
semenjak hujan panjang dan membandang dusun kita
keruh dan lumpur sejauh pandang
serupa dendam, timbul-muncul membentang
sederas sungai. kian melebarkan jarak
di antara kita
dan kuhitung hanyut kayu-kayu
dan bangkai kambang
di bantaran
sesekali kita melempar pandang. diri membimbang
ingin bangun jembatan. biar setemu dan berpegang tangan
kita genggam keabadian
Membuat Lemari
kau ingat nasihat bapak. diri mesti pandai membuat lemari
duka-luka mesti tersimpan rapi. di antara tumpukan perabot
dan baju ganti
kau pun menggergaji alot waktu
perlahan dan pasti. kayukayu dipaku
kawat dan kaca digerinda
percik serbuknya sampai di mata
tetapi sampai hari ini
lemari yang setengah jadi. tanpa cat dan pintu
ditatap-tatap sendiri
Di Pameran
pasang mata menjenuh. sebab metafora
setangah mati. tak sampai menghibur diri
lukisan buah tanganmu
terpajang di dinding. serupa wajahku
lelehan cat pada kanvas. ingatan yang masih baru
gambar bergaris compang. warna buram
bagai batas-batas khayal
dan pantualan bayang
di lantai ruang itu menggoda untuk disentuh
Bionarasi Penulis
S. Kamar Beberapa puisinya telah terbit, antara lain, di kompas.id, metafor.id, balipolitika.com, SIPpublishing.co, langgampustaka.co dan tatkala.co., satu puisinya masuk lima besar sayembara puisi Festival Sastra Yogyakarta (2025), dan satu lainnya masuk puisi unggulan sayembara puisi Festival Seni Konservasi Riau. Buku kumpulan puisi pertamanya Merak Api (2026) .
WhatsApp : 081917921509
Surel : s.kamarkosong@gmail.com
Instagram : @s.kamar_ (tn. kamar)
Editor : Ali Sodiqin