Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puisi-Puisi Karya S. Kamar

Ali Sodiqin • Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:30 WIB
S. Kamar
S. Kamar

 

Duri dan Layu

 

bolehkah kupetik setangkai mawar yang menyelip

di belahan dadamu? akan kupajang pada malam

biar tidurku semakin mendekur. mengharumkan

mimpi-mimpiku

 

sampai pun kepayang

tetapi, sayang. bagai dihinggapi angin duduk

di antara lamun dan tidurku

kutemukan sekadar duri dan layu

 

Puisi Hujan

 

kepada tanah basah

lagi dan lagi. menderas hujan kembali

bagai awan murung-merisau

kata-kata tak terbendung. meluapkan seribu kenang

 

katak meribut sepanjang malam

menjadi mimpi dini hari. dingin di balik tengkukku

masih merengkuh bayang

yang bertempurung di kepala

 

menderas kembali

kutulis puisi hujan lagi

derai-derai biar segara gelisah merdam

 

dan tenggelam jauh di mata kekasih

ingatan panjang pelangi

 

bagai pohon tumbang. aku tak berdaya

hanyut dan tenggelam

 

tetapi janji muara

kita bertemu,

di pertemuan samudra itu

 

Bandang Dusun

 

semenjak hujan panjang dan membandang dusun kita

keruh dan lumpur sejauh pandang

serupa dendam, timbul-muncul membentang

sederas sungai. kian melebarkan jarak

di antara kita

 

dan kuhitung hanyut kayu-kayu

dan bangkai kambang

 

di bantaran

sesekali kita melempar pandang. diri membimbang

ingin bangun jembatan. biar setemu dan berpegang tangan

kita genggam keabadian

 

Membuat Lemari

 

kau ingat nasihat bapak. diri mesti pandai membuat lemari

duka-luka mesti tersimpan rapi. di antara tumpukan perabot

dan baju ganti

 

kau pun menggergaji alot waktu

perlahan dan pasti. kayukayu dipaku

kawat dan kaca digerinda

percik serbuknya sampai di mata

 

tetapi sampai hari ini

lemari yang setengah jadi. tanpa cat dan pintu

ditatap-tatap sendiri

 

Di Pameran

 

pasang mata menjenuh. sebab metafora

setangah mati. tak sampai menghibur diri

 

lukisan buah tanganmu

terpajang di dinding. serupa wajahku

 

lelehan cat pada kanvas. ingatan yang masih baru

gambar bergaris compang. warna buram

bagai batas-batas khayal

 

dan pantualan bayang

di lantai ruang itu menggoda untuk disentuh


Bionarasi Penulis 

S. Kamar Beberapa puisinya telah terbit, antara lain, di kompas.id, metafor.id, balipolitika.com, SIPpublishing.co, langgampustaka.co dan tatkala.co., satu puisinya masuk lima besar sayembara puisi Festival Sastra Yogyakarta (2025), dan satu lainnya masuk puisi unggulan sayembara puisi Festival Seni Konservasi Riau. Buku kumpulan puisi pertamanya Merak Api (2026) .

WhatsApp                                : 081917921509

Surel                                        : s.kamarkosong@gmail.com

Instagram                                 : @s.kamar_ (tn. kamar)

Editor : Ali Sodiqin
s. kamar puisi