Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BEC 2026 Digelar Hari Ini, Perang Bayu Hidup Kembali Lewat Parade Spektakuler 2,5 Kilometer

M Ksatria Raya • Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:30 WIB
Salah satu talent BEC asal SMAN 1 Purwoharjo saat mengikuti sesi penilaian kostum di depan Gesibu Blambangan pada Selasa (7/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Salah satu talent BEC asal SMAN 1 Purwoharjo saat mengikuti sesi penilaian kostum di depan Gesibu Blambangan pada Selasa (7/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Penantian pecinta seni dan budaya akhirnya berakhir. Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 resmi digelar Sabtu (18/7) siang dengan mengusung tema besar "Perang Bayu: The Great War of Blambangan". Parade kostum etnik bertaraf internasional itu akan menghidupkan kembali kisah heroik rakyat Blambangan melawan VOC melalui puluhan karya artistik yang melintasi pusat Kota Banyuwangi.

Ajang yang telah memasuki penyelenggaraan ke-13 ini diperkirakan kembali menyedot ribuan penonton, baik masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara. Para talent akan berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer, dimulai dari Taman Blambangan hingga garis finis di depan SMPN 1 Banyuwangi, sambil menampilkan interpretasi artistik tentang salah satu perang terbesar dalam sejarah Banyuwangi.

Tak hanya menjadi panggung budaya, BEC 2026 juga menjadi etalase sejarah yang memperkenalkan perjuangan masyarakat Blambangan kepada dunia. Tahun ini, BEC kembali masuk dalam Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan menghadiri acara tersebut, di antaranya Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Selain itu, delegasi dari negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), Pacific Islands Forum (PIF), hingga Selandia Baru yang sedang mengikuti forum internasional ASEAN-ID Blue di Banyuwangi juga dijadwalkan menyaksikan parade budaya tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, rangkaian atraksi budaya tidak berhenti setelah parade usai. Wisatawan masih dapat menikmati pertunjukan budaya lain pada malam harinya.

"Malamnya, usai menonton BEC para wisatawan bisa menikmati atraksi budaya Barong Battle di Agro Wisata Tamansuruh. Atraksi yang tak kalah menariknya," ujarnya.

Menghidupkan Kembali Perang Bayu

Tema "Perang Bayu: The Great War of Blambangan" dipilih untuk mengenang perjuangan rakyat Blambangan melawan penjajahan VOC pada 1771–1772, sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi salah satu tonggak lahirnya Kabupaten Banyuwangi.

Kisah heroik tersebut diterjemahkan ke dalam puluhan kostum spektakuler yang terbagi dalam lima subtema, sehingga masyarakat dapat memahami sejarah melalui pendekatan seni pertunjukan.

Subtema pertama, Pejuang Blambangan, menampilkan tokoh-tokoh utama perjuangan seperti Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit sebagai simbol keberanian rakyat melawan penjajah.

Subtema kedua, Alat dan Genderang Perang, memvisualisasikan berbagai perlengkapan tempur tradisional, mulai keris, tombak, hingga jemparing atau panah yang menjadi senjata masyarakat Blambangan.

Selanjutnya, VOC dan Sekutu menghadirkan representasi pasukan kolonial lengkap dengan simbol-simbol kekuasaan yang pernah menguasai wilayah Blambangan.

Sementara subtema Situs Perang mengangkat lokasi-lokasi bersejarah seperti Rowo Bayu, Teluk Pangpang, dan Pelabuhan Grajagan, yang menjadi saksi perjuangan rakyat Banyuwangi.

Adapun subtema terakhir, Hasil Bumi, menggambarkan kekayaan rempah-rempah, hasil pertanian, dan perkebunan Banyuwangi yang menjadi salah satu alasan utama wilayah Blambangan diperebutkan bangsa kolonial.

Seluruh Persiapan Dipastikan Rampung

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Hartono memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan telah selesai dan siap digunakan saat parade berlangsung.

Mulai dari kesiapan talent, kostum, properti hingga perangkat pendukung parade telah melalui tahap pengecekan akhir.

"Semua persiapan berjalan lancar, baik dari sisi talent maupun properti yang akan ditampilkan dan dipasang saat pelaksanaan BEC," katanya.

Dengan perpaduan seni, sejarah, dan budaya dalam kemasan karnaval modern, BEC 2026 kembali diproyeksikan menjadi magnet wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas Banyuwangi sebagai daerah yang mampu mengemas sejarah lokal menjadi atraksi kelas dunia. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Perang Bayu BEC 2026 Ethno Carnival KEN 2026 banyuwangi