Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cundrajaya Bergema di BEC 2026, Salsabila April Yasmin Hidupkan Mahkota Senjata Blambangan

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:12 WIB
Salsabila April Yasmin tampilkan mahkota senjata Blambangan yang spektakuler. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Salsabila April Yasmin tampilkan mahkota senjata Blambangan yang spektakuler. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – MTsN 3 Banyuwangi kembali mencuri perhatian dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Tak hanya mengirimkan talent utama dan deretan penari pembuka, madrasah ini juga sukses menghidupkan semangat Perang Bayu melalui penampilan memukau Salsabila April Yasmin yang mengusung subtema "Alat dan Genderang Perang" dengan karya bertajuk Cundrajaya – Mahkota Senjata Blambangan.

Tampil di hadapan ribuan penonton yang memadati rute parade, Salsabila menghadirkan perpaduan sejarah, seni pertunjukan, dan kreativitas dalam sebuah visual yang megah. Penampilannya menjadi bagian dari tema besar "Perang Bayu: The Great War of Blambangan", yang mengangkat heroisme perjuangan rakyat Blambangan melawan VOC pada abad ke-18.

Kostum yang dikenakan Salsabila menampilkan interpretasi artistik tentang kekuatan pertahanan rakyat Blambangan. Daya tarik utamanya berada pada Mahkota Senjata Cundrajaya di bagian belakang kostum yang didominasi kepakan replika ujung tombak dan senjata tradisional berwarna hitam legam dengan aksen merah darah pada setiap ujungnya.

Rangkaian ornamen tersebut membentuk siluet megah yang melambangkan benteng pertahanan yang kokoh dan sulit ditembus. Perpaduan warna hitam dan merah tidak hanya menghadirkan kesan dramatis, tetapi juga menggambarkan keteguhan, keberanian, serta pengorbanan para pejuang Blambangan dalam mempertahankan tanah kelahirannya.

Melalui subtema "Alat dan Genderang Perang", Salsabila tidak sekadar menampilkan keindahan kostum karnaval. Setiap langkah, gestur, dan ekspresi yang ditampilkan memperkuat pesan tentang semangat juang, keberanian, dan tekad pantang menyerah yang menjadi warisan sejarah Banyuwangi.

Partisipasi MTsN 3 Banyuwangi dalam BEC 2026 juga terlihat sejak prosesi pembukaan. Selain menghadirkan talent utama, sejumlah siswa dan siswi madrasah tersebut dipercaya menjadi penari pembuka, menambah semarak pertunjukan budaya yang menjadi ikon pariwisata Banyuwangi sekaligus ajang promosi sejarah dan budaya daerah.

Kepala MTsN 3 Banyuwangi, Rosid Tamami, S.Pd., M.Pd., mengatakan keikutsertaan madrasah dalam BEC merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya lokal sekaligus ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, karakter, dan rasa cinta terhadap sejarah daerah.

"Apresiasi luar biasa layak diberikan kepada seluruh tim pendukung dan para siswa. Tampil di ajang sekelas BEC membutuhkan mental, fisik, dan penjiwaan karakter yang kuat. Dan hari ini, anak-anak madrasah membuktikan mereka mampu menaklukkan panggung tersebut dengan sangat anggun," ujarnya.

Penampilan Salsabila April Yasmin menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menerjemahkan kisah heroik Perang Bayu ke dalam karya seni yang memikat. Melalui Cundrajaya – Mahkota Senjata Blambangan, MTsN 3 Banyuwangi tidak hanya menghadirkan pertunjukan spektakuler, tetapi juga mengajak masyarakat mengenang nilai keberanian, persatuan, dan semangat perjuangan yang terus hidup dalam identitas Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Perang Bayu BEC 2026 Salsabila Yasmin Cundrajaya MTsN 3 Banyuwangi