RADAR BANYUWANGI – Sosok pejuang tangguh yang rela mempertaruhkan jiwa demi mempertahankan tanah Blambangan kembali hadir di panggung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Melalui subtema "Pejuang Blambangan", SMAN 1 Purwoharjo menghadirkan pertunjukan teatrikal yang kuat, menghidupkan kembali semangat heroisme rakyat Banyuwangi dalam perjuangan melawan penjajahan pada abad ke-18.
Karakter tersebut diperankan dengan penuh penghayatan oleh Evellyne Jihan Prameswari. Penampilannya sukses mencuri perhatian penonton berkat perpaduan kostum megah, ekspresi teatrikal, serta simbol-simbol perjuangan yang melekat pada setiap detail busana.
Mengusung tema besar "Perang Bayu: The Great War of Blambangan", SMAN 1 Purwoharjo menampilkan interpretasi visual tentang keberanian dan pengorbanan para patriot Blambangan yang mempertahankan tanah kelahirannya dari kekuatan kolonial. Karya tersebut menjadi salah satu representasi kuat dalam rangkaian BEC 2026 yang mengangkat sejarah lokal Banyuwangi.
Evellyne tampil mengenakan kostum dengan dominasi warna merah membara dan emas. Warna merah melambangkan keberanian, semangat juang, serta pengorbanan para pejuang, sedangkan warna emas menjadi simbol kehormatan dan kejayaan yang lahir dari perjuangan mempertahankan kedaulatan.
Kemegahan kostum semakin terlihat melalui ornamen sayap berbentuk tameng yang melambangkan pertahanan dan ketangguhan. Di bagian belakang menjulang deretan replika tombak yang menggambarkan kesiapan para pejuang menghadapi medan pertempuran. Seluruh elemen tersebut dirancang untuk menghadirkan karakter pejuang yang kokoh, berani, dan pantang menyerah.
Penampilan Evellyne semakin kuat ketika membawa sebilah pedang terhunus dengan sorot mata tajam penuh penjiwaan. Gestur teatrikal yang ditampilkan menciptakan suasana dramatis, seolah membawa penonton kembali menyaksikan perjuangan rakyat Blambangan mempertahankan wilayahnya dari ancaman penjajah.
Keberhasilan SMAN 1 Purwoharjo mengangkat subtema "Pejuang Blambangan" tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang memikat secara visual, tetapi juga menjadi media edukasi sejarah bagi masyarakat. Melalui pendekatan seni pertunjukan, nilai-nilai kepahlawanan diperkenalkan kembali kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Partisipasi sekolah dalam BEC 2026 juga menunjukkan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya dan sejarah daerah. Kreativitas peserta didik dipadukan dengan penguatan karakter melalui pengenalan kisah perjuangan lokal yang menjadi identitas Banyuwangi.
Penampilan Evellyne Jihan Prameswari menjadi bukti bahwa semangat para leluhur Blambangan masih terus hidup di hati generasi muda. Lewat kostum, ekspresi, dan simbol-simbol kepahlawanan yang ditampilkan, SMAN 1 Purwoharjo berhasil menghadirkan pesan bahwa keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran tetap relevan untuk diwariskan di tengah tantangan zaman modern. (*)
Editor : Ali Sodiqin