Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bank Jatim Angkat Spirit Perang Bayu Lewat Dua Talent di BEC 2026, Simbol Keberanian dan Semangat Juang Blambangan

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:05 WIB
Amanda hidupkan semangat Perang Bayu di Panggung BEC 2026. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Amanda hidupkan semangat Perang Bayu di Panggung BEC 2026. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Bank Jatim Cabang Banyuwangi tampil lebih istimewa di Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 dengan menghadirkan dua talent terbaik sekaligus. Amanda Putri Arofah dan Hamzah Kusuma Wardana dipercaya membawakan subtema "Alat dan Genderang Perang", menghadirkan visualisasi heroik tentang keberanian, strategi, dan semangat juang rakyat Blambangan dalam Perang Bayu.

Penampilan keduanya menjadi salah satu atraksi yang mencuri perhatian ribuan penonton di sepanjang rute parade. Mengusung tema besar "Perang Bayu: The Great War of Blambangan", Bank Jatim mengemas kisah perjuangan sejarah Banyuwangi melalui perpaduan seni kostum kontemporer, unsur budaya lokal, dan pesan inspiratif bagi generasi masa kini.

Kostum Amanda dan Hamzah didominasi warna emas, merah, dan hitam yang sarat filosofi. Warna emas melambangkan kehormatan dan kejayaan, merah menggambarkan keberanian, sedangkan hitam menjadi simbol keteguhan menghadapi berbagai tantangan. Beragam ornamen seperti tombak, keris, tameng, hingga kepala kuda perang memperkuat narasi perjuangan yang diangkat.

Amanda Putri Arofah tampil memukau dengan kostum bernuansa emas yang dihiasi puluhan replika tombak mengelilingi tubuhnya. Di tangannya tergenggam sebilah keris sebagai simbol keberanian sekaligus tekad mempertahankan kehormatan tanah Blambangan. Penampilannya memancarkan karakter pejuang yang tangguh namun tetap anggun.

Sementara itu, Hamzah Kusuma Wardana tampil gagah dengan balutan kostum dominan merah dan hitam. Ornamen kepala kuda perang yang menjulang di bagian atas menjadi ikon utama, dipadukan dengan properti genderang di bagian belakang kostum. Dalam sejarah peperangan, genderang berfungsi sebagai penanda komando sekaligus pembakar semangat pasukan sebelum memasuki medan tempur.

Melalui subtema "Alat dan Genderang Perang", Bank Jatim menghadirkan interpretasi artistik mengenai perlengkapan perang yang pernah menjadi bagian dari perjuangan rakyat Banyuwangi. Pesan yang dibangun tidak berhenti pada romantisme sejarah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk meneladani keberanian, solidaritas, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan zaman.

Pemimpin Bank Jatim Cabang Banyuwangi, Ni Gusti Ayu Putu Sri Lestari, mengatakan partisipasi dalam BEC 2026 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah sekaligus pengembangan sektor pariwisata melalui rangkaian Banyuwangi Festival.

"Bank Jatim bangga dapat menjadi bagian dari Banyuwangi Ethno Carnival 2026. Melalui dua talent yang mengangkat tema alat dan genderang perang, kami ingin turut melestarikan nilai-nilai sejarah Perang Bayu sekaligus mendukung kemajuan pariwisata dan budaya Banyuwangi," ujarnya.

Keikutsertaan dua talent dalam satu panggung mempertegas komitmen Bank Jatim untuk menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Banyuwangi. Melalui kolaborasi antara dunia perbankan dan seni pertunjukan, kisah heroik Perang Bayu tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi juga dihidupkan kembali sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat untuk terus berjuang, berinovasi, dan membangun daerah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Perang Bayu BEC 2026 Hamzah Kusuma Amanda Arofah Bank Jatim