Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Luminor Hotel Banyuwangi Angkat Genderang Perang di BEC 2026, Tampil Heroik

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:56 WIB
King Adit dari Luminor Hotel Banyuwangi hidupkan semangat Perang Bayu lewat kostum megah di BEC 2026. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
King Adit dari Luminor Hotel Banyuwangi hidupkan semangat Perang Bayu lewat kostum megah di BEC 2026. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Dentuman semangat perjuangan rakyat Blambangan kembali bergema di panggung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Luminor Hotel Banyuwangi ikut ambil bagian dalam perhelatan budaya bertaraf internasional itu dengan menghadirkan talent R. Aditya Akbar atau yang akrab disapa King Adit, mengusung subtema "Alat dan Genderang Perang".

Penampilan tersebut menjadi salah satu representasi visual dari tema besar "Perang Bayu: The Great War of Blambangan", yang mengangkat kisah heroik perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajahan pada abad ke-18. Melalui kostum teatrikal yang megah, Luminor Hotel Banyuwangi menghadirkan kembali simbol-simbol perlengkapan perang yang pernah menjadi bagian dari sejarah perjuangan daerah.

Disupport oleh Desainer Profesional Banyuwangi Andi Dharmawan, King Adit tampil gagah mengenakan kostum bernuansa emas dan cokelat yang merepresentasikan keberanian, keteguhan, serta kehormatan para pejuang Blambangan. Dominasi warna emas melambangkan kejayaan dan semangat juang, sementara warna cokelat menggambarkan kedekatan masyarakat dengan tanah yang mereka pertahankan.

Bagian belakang kostum dipenuhi ornamen senjata perang tradisional, mulai dari tombak hingga panah yang tersusun membentuk komposisi megah. Di bagian tengah terpampang simbol matahari yang dipadukan dengan ukiran khas bernuansa etnik sebagai representasi kekuatan, harapan, dan keberanian rakyat Blambangan menghadapi kekuatan kolonial.

Daya tarik lainnya hadir melalui properti genderang perang yang dibawa King Adit sepanjang parade. Dalam sejarah peperangan, genderang bukan sekadar alat musik, melainkan simbol pemersatu pasukan sekaligus penanda dimulainya perlawanan di medan tempur. Elemen tersebut memperkuat narasi perjuangan yang ingin disampaikan melalui penampilan teatrikal ini.

Subtema "Alat dan Genderang Perang" menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian BEC 2026 karena mengangkat perlengkapan perang tradisional yang digunakan masyarakat Banyuwangi pada masa perjuangan. Melalui pendekatan seni pertunjukan, sejarah yang selama ini tersimpan dalam berbagai literatur dihadirkan kembali dalam bentuk visual yang atraktif dan mudah dipahami masyarakat.

Sepanjang rute parade, penampilan King Adit berhasil menarik perhatian penonton. Perpaduan kostum megah, gestur teatrikal, serta detail properti menghadirkan suasana heroik yang menggambarkan semangat pantang menyerah rakyat Blambangan dalam mempertahankan wilayahnya.

Selvian Meriana Theresia, General Manager Luminor Hotel Banyuwangi mengatakan, partisipasi Luminor Hotel Banyuwangi di BEC 2026 menunjukkan dukungan sektor perhotelan terhadap pelestarian budaya dan sejarah lokal. "Banyuwangi kaya akan budaya dan sejarah, maka kita harus mendukung sepenuhnya untuk ikut melestarikan," katanya.

Kehadiran pelaku industri pariwisata dalam ajang ini memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mempromosikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki kekayaan sejarah sekaligus kreativitas kelas dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Perang Bayu BEC 2026 King Adit Genderang Perang luminor hotel