Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PUDAM Banyuwangi Angkat Pesona Perang Bayu di BEC 2026, Tazkiya Sephira Tampil Memukau dengan Kostum Maritim

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:51 WIB
Tazkiya Sephira tampil memukau, PUDAM Banyuwangi hidupkan semangat Perang Bayu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Tazkiya Sephira tampil memukau, PUDAM Banyuwangi hidupkan semangat Perang Bayu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Semangat perjuangan Perang Bayu kembali digaungkan di panggung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026). Kali ini, PUDAM Banyuwangi menghadirkan penampilan spektakuler melalui perwakilannya, Tazkiya Sephira Eriyanto, yang mengusung subtema "Situs Perang" dengan balutan kostum megah bernuansa maritim.

Tampil anggun dengan dominasi warna biru laut berpadu aksen emas, Tazkiya berhasil mencuri perhatian ribuan penonton yang memadati rute parade. Karya tersebut tidak hanya menghadirkan kemegahan visual, tetapi juga merepresentasikan kekuatan, keteguhan, dan semangat perjuangan masyarakat Banyuwangi dalam mempertahankan tanah kelahirannya pada masa Perang Bayu.

Daya tarik utama kostum terletak pada ornamen kapal yang menjulang di atas kepala. Elemen tersebut menjadi simbol armada sekaligus pengingat akan peran jalur laut dalam perjalanan sejarah Banyuwangi. Sementara itu, sayap kain berwarna biru yang mengembang menyerupai ombak menghadirkan kesan dinamis, elegan, dan penuh wibawa sepanjang penampilan.

Setiap detail kostum dirancang dengan memadukan unsur etnik dan sentuhan desain modern. Dominasi warna biru melambangkan kejayaan maritim Banyuwangi sekaligus harapan terhadap masa depan daerah yang terus berkembang. Aksen emas memperkuat filosofi tentang nilai luhur, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan dalam Perang Bayu.

Perpaduan elemen tersebut menghasilkan visual yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga sejarah dan identitas budaya lokal. Penampilan Tazkiya menjadi salah satu representasi bagaimana seni pertunjukan dapat menghidupkan kembali memori sejarah melalui bahasa visual yang mudah dipahami masyarakat.

Keikutsertaan PUDAM Banyuwangi dalam BEC 2026 juga menunjukkan dukungan nyata badan usaha milik daerah terhadap pengembangan sektor seni, budaya, dan pariwisata. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari komitmen mendukung Banyuwangi Festival, yang selama ini menjadi agenda unggulan promosi daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Abd. Rahman, mengatakan keterlibatan PUDAM dalam Banyuwangi Ethno Carnival bukan sekadar menghadirkan peserta parade, melainkan ikut memperkenalkan sejarah dan jati diri Banyuwangi kepada masyarakat yang lebih luas.

"PUDAM Banyuwangi mendukung penuh penyelenggaraan Banyuwangi Festival, salah satunya mengangkat subtema 'Situs Perang' melalui partisipasi dalam Banyuwangi Ethno Carnival 2026. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya Banyuwangi sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata daerah," ujarnya.

Melalui kostum bertema "Situs Perang", PUDAM Banyuwangi berhasil menghadirkan interpretasi artistik tentang heroisme Perang Bayu. Penampilan Tazkiya Sephira Eriyanto menjadi bukti bahwa kolaborasi antara seni, sejarah, dan budaya mampu menciptakan pertunjukan yang tidak hanya spektakuler, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat untuk terus menjaga warisan sejarah Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Perang Bayu BEC 2026 Situs Perang Tazkiya Sephira PUDAM Banyuwangi