Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Visualisasi VOC dan Sekutu di BEC 2026, Siswi SMAN 1 Genteng Nayu Anggraini Bangkitkan Memori Sejarah

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:45 WIB
Nayu Anggraini tampilkan sisi kolonial Perang Bayu, SMAN 1 Genteng jadi sorotan BEC 2026. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Nayu Anggraini tampilkan sisi kolonial Perang Bayu, SMAN 1 Genteng jadi sorotan BEC 2026. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kisah heroik Perang Bayu kembali dihidupkan melalui panggung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Kontingen SMAN 1 Genteng menghadirkan visualisasi sisi kolonial dalam konflik bersejarah tersebut dengan mengusung subtema "VOC dan Sekutu", sebuah karya yang memadukan sejarah, seni pertunjukan, dan desain busana kontemporer.

Penampilan yang dibawakan Nayu Anggraini sukses menyita perhatian penonton sepanjang rute parade. Menggunakan kostum megah bernuansa putih dan emas, Nayu menghadirkan representasi kekuatan kolonial yang pernah berhadapan dengan rakyat Blambangan pada abad ke-18.

Subtema "VOC dan Sekutu" dipilih bukan sekadar menghadirkan estetika visual, melainkan menjadi bagian dari upaya merekonstruksi perjalanan sejarah Banyuwangi melalui medium seni. Kisah Perang Bayu yang menjadi tonggak penting lahirnya Kabupaten Banyuwangi dikemas dalam pertunjukan modern agar lebih mudah dipahami dan dikenang oleh generasi masa kini.

Kemegahan kostum tampak dari dominasi warna putih dan emas yang dipadukan dengan ornamen pilar-pilar bergaya Eropa klasik. Detail tersebut menggambarkan identitas kolonial yang pernah menguasai Nusantara sekaligus menjadi simbol kekuatan politik dan militer VOC pada masanya.

Daya tarik utama rancangan itu terletak pada mahkota berbentuk peti harta karun yang dipenuhi replika koin emas. Ornamen tersebut menjadi simbol kuat tentang keserakahan, ambisi ekonomi, dan dominasi kekuasaan yang melatarbelakangi ekspansi VOC di wilayah Blambangan.

Melalui visualisasi tersebut, SMAN 1 Genteng tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang memanjakan mata, tetapi juga mengajak masyarakat memahami sisi lain dari Perang Bayu. Peristiwa bersejarah itu dikenang sebagai bentuk perjuangan rakyat Blambangan mempertahankan tanah kelahirannya dari penjajahan, sekaligus menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Banyuwangi.

Setiap langkah Nayu Anggraini di atas lintasan parade memperkuat narasi tentang benturan dua kekuatan pada masa lampau. Perpaduan ekspresi, koreografi, dan detail kostum menghadirkan suasana teatrikal yang membawa penonton seolah kembali menyaksikan fragmen sejarah abad ke-18.

Keikutsertaan SMAN 1 Genteng di BEC 2026 menunjukkan bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam melestarikan sejarah melalui pendekatan kreatif. Seni tata busana menjadi media efektif untuk mengenalkan kembali nilai-nilai perjuangan, sehingga generasi muda tidak hanya menikmati keindahan karya, tetapi juga memahami makna sejarah yang terkandung di balik setiap detailnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Perang Bayu BEC 2026 SMAN Genteng VOC Sekutu Nayu Anggraini