Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SMPN 1 Giri Bawa Pesan Pelestarian Sejarah, Putri Azahra Tuai Decak Kagum

Ali Sodiqin • Jumat, 17 Juli 2026 | 18:39 WIB
Siswi SMPN 1 Giri curi perhatian BEC 2026, Putri Azahra angkat tema situs perang yang memukau. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Siswi SMPN 1 Giri curi perhatian BEC 2026, Putri Azahra angkat tema situs perang yang memukau. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Penampilan Putri Azahra dari SMPN 1 Giri sukses menyita perhatian publik dalam parade karnaval bertaraf internasional, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. 

Membawa nomor peserta 2, siswi berbakat tersebut tampil penuh percaya diri dengan mengusung tema "Situs Perang", sebuah konsep yang menghidupkan kembali memori sejarah sekaligus mengajak masyarakat menghargai warisan budaya.

Sejak memasuki lintasan parade, Putri mampu memikat ribuan pasang mata melalui perpaduan kostum artistik, ekspresi teatrikal, serta penyampaian pesan yang kuat. Penampilannya tidak sekadar menghadirkan kemegahan visual, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya menjaga situs-situs bersejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Kostum yang dikenakan Putri merepresentasikan kehidupan yang terus tumbuh di atas puing-puing sejarah. Dominasi warna hijau daun melambangkan harapan dan regenerasi, dipadukan dengan aksen perak mengilap pada bagian dada yang memberi kesan kokoh sekaligus elegan.

Daya tarik utama busana tersebut berada pada backpiece berukuran besar yang menghadirkan replika bangunan cagar budaya menyerupai benteng atau pura kuno bernuansa hitam. Ornamen itu dibingkai dahan pohon dan dedaunan rimbun sebagai simbol bahwa alam terus menjaga jejak sejarah sekaligus menjadi pengingat agar manusia tidak melupakan warisan masa lalu.

Melalui konsep "Situs Perang", Putri Azahra menyampaikan bahwa lokasi-lokasi bersejarah bukan hanya saksi bisu perjalanan bangsa, melainkan ruang pembelajaran yang harus dilestarikan. Pesan tersebut dikemas dalam balutan seni pertunjukan yang memadukan unsur budaya, sejarah, dan kreativitas generasi muda.

Keikutsertaan SMPN 1 Giri dalam ajang tahunan bertaraf internasional ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya kepada peserta didik. Melalui karya kreatif seperti ini, sekolah tidak hanya mendorong prestasi di bidang seni, tetapi juga membangun karakter yang menghargai nilai-nilai luhur bangsa.

Sepanjang rute parade, langkah anggun Putri yang dipadukan dengan ekspresi teatrikal berhasil mencuri perhatian penonton dan juri. Setiap detail kostum, gerakan, hingga penyampaian tema menjadi satu kesatuan yang memperkuat pesan pelestarian situs sejarah.

Penampilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karnaval tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga sarana efektif menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Lewat karya yang estetis dan penuh makna, SMPN 1 Giri berhasil menghidupkan kembali memori sejarah serta mengajak generasi muda untuk menjaga peninggalan masa lalu agar tetap lestari di masa depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
BEC 2026 Putri Azahra Situs Perang SMPN 1 Giri karnaval Banyuwangi