Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BEC Siap Digelar, Gladi Bersih Libatkan Ratusan Penari Kolosal untuk Sempurnakan Formasi dan Koreografi di Jalur Protokol Banyuwangi

Shinta Ayu Rahma Wardani • Jumat, 17 Juli 2026 | 07:02 WIB
PENGIRING PERTUNJUKAN: Para penari yang mengiringi parade BEC menjalani gladi bersih di depan SDN 1 Kepatihan, Kamis (16/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Para penari yang mengiringi parade BEC menjalani gladi bersih di depan SDN 1 Kepatihan, Kamis (16/7/2026). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Suasana jalur protokol di pusat Kota Banyuwangi dipenuhi semangat ratusan talent dan penari pendukung saat mengikuti gladi bersih Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Kamis (16/7/2026) sore. Simulasi secara menyeluruh tersebut menjadi tahapan akhir untuk mematangkan koreografi sekaligus menyelaraskan alur pertunjukan sebelum hari puncak yang digelar esok hari.

Gladi bersih tidak hanya melibatkan talent utama BEC. Ratusan penari latar dan penari kolosal juga turut ambil bagian sepanjang rute pergelaran. Kehadiran mereka menjadi elemen penting untuk memperkuat koreografi massal sekaligus membangun atmosfer pertunjukan yang meriah di sepanjang jalan.

Persiapan menuju pertunjukan puncak telah berlangsung sekitar satu setengah bulan sejak awal Juni. Selama periode tersebut, para penari menjalani latihan rutin dengan pemantapan koreografi yang semakin intens dalam tiga minggu terakhir.

Meski demikian, proses latihan tidak lepas dari sejumlah tantangan. Pelatih Sanggar Lang Lang Buana, Selinna Evani, mengatakan salah satu kendala terbesar adalah faktor jarak tempat tinggal para penari yang tersebar di berbagai wilayah Banyuwangi. Beberapa peserta bahkan harus menempuh perjalanan dari Tegaldlimo, Purwoharjo, hingga Wongsorejo demi mengikuti latihan bersama.

Menurut Selinna, selain persoalan mobilitas, penyesuaian materi gerakan juga menjadi tantangan tersendiri. Perbedaan kondisi saat latihan di sanggar dengan arena pertunjukan membuat para penari harus kembali beradaptasi, terutama dalam menjaga formasi di atas jalur jalan raya.

"Terus juga, kalau di panggung sini, di jalannya ini, jarak yang bikin mereka susah buat mengatur jaraknya antara penari satu ke penari lainnya," ujarnya di sela gladi bersih.

Ia juga mengakui kekompakan tim sempat menjadi pekerjaan rumah selama masa latihan. Beberapa penari yang bertugas sebagai latar belakang dinilai belum menunjukkan keseriusan yang sama dengan penari utama sehingga memengaruhi keselarasan penampilan secara keseluruhan.

"Yang tampil di tengah memang jadi pusat perhatian. Tapi penari background juga punya peran penting. Tantangannya kemarin mereka sempat menganggap perannya tidak terlalu besar sehingga kekompakannya kurang," ungkapnya.

Namun, evaluasi yang dilakukan selama latihan intensif mulai menunjukkan hasil positif. Gladi bersih menjadi momentum bagi seluruh talent untuk menyempurnakan transisi gerakan, menjaga jarak antarpenari, serta membangun kekompakan dalam setiap rangkaian koreografi.

Selinna optimistis seluruh penari mampu menampilkan performa terbaik pada hari puncak Banyuwangi Ethno Carnival. Berbagai tantangan yang dihadapi selama proses latihan diyakini telah menjadi bekal untuk menghadirkan pertunjukan yang lebih matang, rapi, dan memukau masyarakat maupun wisatawan yang akan menyaksikan BEC.

Editor : Lugas Rumpakaadi
BEC 2026 Banyuwangi Ethno Carnival