Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gandrung Sewu hingga BEC, Deretan Festival yang Bikin Banyuwangi Jadi Kota Festival Berkelas Internasional

Rizki Anindiya Putri • Jumat, 17 Juli 2026 | 06:19 WIB
Banyuwangi mempertahankan julukan Kota Festival melalui Banyuwangi Festival. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
Banyuwangi mempertahankan julukan Kota Festival melalui Banyuwangi Festival. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Julukan Banyuwangi sebagai Kota Festival bukan sekadar slogan. Predikat tersebut lahir dari konsistensi pemerintah daerah menggelar beragam agenda budaya, seni, olahraga, hingga pariwisata yang berlangsung hampir sepanjang tahun dan mampu menarik perhatian wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Melalui Banyuwangi Festival (B-Fest), puluhan kegiatan digelar di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2011, B-Fest terus berkembang menjadi salah satu kalender pariwisata daerah yang memiliki daya tarik kuat di tingkat nasional maupun internasional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa Banyuwangi Festival tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat. Menurutnya, festival telah menjadi instrumen pembangunan yang terintegrasi dengan berbagai sektor.

"Banyuwangi Festival (B-Fest) ini tak semata hiburan, tapi menjadi payung besar untuk mengorkestrasi pembangunan daerah mulai dari perekonomian, infrastruktur, sumber daya manusia, hingga sosial," ujar Ipuk Fiestiandani, seperti dikutip Antara.

Sejumlah agenda dalam Banyuwangi Festival telah menjadi ikon daerah. Salah satunya Gandrung Sewu, pertunjukan kolosal yang melibatkan lebih dari seribu penari Gandrung di kawasan Pantai Boom. Atraksi tersebut menjadi salah satu pertunjukan budaya terbesar di Indonesia yang rutin menyedot perhatian wisatawan.

Selain itu, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) juga menjadi agenda unggulan yang memadukan kreativitas desain kostum dengan kekayaan budaya Osing. Karnaval tersebut menghadirkan parade busana bertema budaya lokal yang dikemas secara modern sehingga mampu menarik perhatian publik, termasuk wisatawan mancanegara.

Di sektor pariwisata internasional, Banyuwangi juga menghadirkan International Ijen Festival yang menaungi sejumlah kegiatan berskala global, seperti Tour de Ijen dan Jazz Gunung Ijen. Beragam agenda tersebut memberikan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam, seni, budaya, dan olahraga dalam satu rangkaian kegiatan.

Penyelenggaraan festival sepanjang tahun juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Tingkat hunian hotel dan homestay meningkat saat agenda berlangsung. Aktivitas sektor transportasi ikut menggeliat, sementara pelaku UMKM, perajin batik, hingga pedagang oleh-oleh memperoleh peluang lebih besar untuk memasarkan produk mereka kepada wisatawan.

Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, Banyuwangi Festival juga menjadi ruang pelestarian budaya. Tradisi adat seperti Seblang dan Kebo-keboan tetap dipertahankan melalui berbagai agenda festival dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda dan pengunjung dari berbagai daerah.

Konsistensi menghadirkan festival sepanjang tahun menjadi salah satu kekuatan Banyuwangi dalam mempertahankan identitasnya sebagai Kota Festival. Melalui sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Banyuwangi terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
gandrung sewu Banyuwangi Ethno Carnival