Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hitung Mundur BEC 2026, Parade Perang Bayu Siap Tampil dengan Lima Subtema

M Ksatria Raya • Jumat, 17 Juli 2026 | 05:00 WIB
Para penabuh terbang yang mengiringi parade BEC menjalani gladi bersih di depan SDN 1 Kepatihan, Banyuwangi, Kamis (16/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Para penabuh terbang yang mengiringi parade BEC menjalani gladi bersih di depan SDN 1 Kepatihan, Banyuwangi, Kamis (16/7). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Hitung mundur menuju Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 resmi dimulai. Sehari menjelang parade budaya terbesar di Banyuwangi itu digelar, ratusan talent menjalani gladi resik di kawasan Taman Blambangan, Kamis (17/7). Latihan terakhir tersebut menjadi tahap pemantapan untuk memastikan kisah heroik Perang Bayu tersaji megah di hadapan ribuan penonton pada Sabtu (18/7).

Sejak pagi, kawasan Taman Blambangan dipenuhi aktivitas para peserta. Penari, pemusik, hingga pemeran berbagai tokoh sejarah menjalani latihan intensif sesuai peran masing-masing.

Koreografi, alur pertunjukan, hingga transisi antarsubtema terus disempurnakan agar seluruh rangkaian parade berjalan selaras sepanjang rute yang akan dilalui peserta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Hartono mengatakan, seluruh peserta akan memulai parade dari kawasan Taman Blambangan sebelum berjalan menuju garis finis di depan SMPN 1 Banyuwangi.

"Tahun ini rute parade BEC akan dimulai dari Taman Blambangan menuju SMPN 1 Banyuwangi dengan jarak sekitar 2,5 kilometer," katanya.

Angkat Kisah Heroik Perang Bayu

Pada penyelenggaraan tahun ini, BEC mengusung tema "Perang Bayu", yang mengangkat perjuangan rakyat Blambangan melawan penjajahan VOC Belanda pada 1771–1772.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu babak penting dalam sejarah Banyuwangi sekaligus simbol semangat perlawanan masyarakat Blambangan mempertahankan tanah kelahirannya.

Melalui rancangan kostum etnik, tari, musik, dan pertunjukan teatrikal, kisah sejarah tersebut akan divisualisasikan dalam lima subtema yang menggambarkan perjalanan perjuangan rakyat Blambangan.

Lima Subtema Warnai Parade

Subtema pertama bertajuk Pejuang Blambangan, yang menghadirkan sosok-sosok utama perjuangan seperti Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit.

Selanjutnya, Genderang Perang menampilkan beragam senjata tradisional, seperti keris, tombak, dan jemparing atau panah sebagai simbol semangat perlawanan.

Subtema ketiga, VOC dan Sekutu, menggambarkan pasukan kolonial beserta simbol kekuasaan yang mereka bawa ke tanah Blambangan.

Sementara Situs Perang mengangkat lokasi-lokasi bersejarah, seperti Rowo Bayu, Teluk Pangpang, dan Pelabuhan Grajagan, yang menjadi saksi perjuangan rakyat Banyuwangi.

Adapun subtema terakhir, Hasil Bumi, menampilkan kekayaan rempah-rempah dan hasil perkebunan Banyuwangi yang menjadi salah satu alasan wilayah tersebut diperebutkan pada masa penjajahan.

Persiapan Diklaim Rampung

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi Ainur Rofiq memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival 2026 berjalan sesuai jadwal.

Mulai kesiapan talent, kostum, properti, hingga perlengkapan pendukung parade telah memasuki tahap akhir dan siap digunakan pada hari pelaksanaan.

"Semua persiapan berjalan lancar, baik dari sisi talent maupun properti yang akan ditampilkan dan dipasang saat pelaksanaan BEC," ujarnya.

BEC 2026 diharapkan kembali menjadi magnet wisata Banyuwangi sekaligus memperkenalkan sejarah Perang Bayu kepada masyarakat melalui pertunjukan budaya yang memadukan seni, tradisi, dan narasi sejarah dalam satu panggung terbuka. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Perang Bayu BEC 2026 Banyuwangi Ethno Taman Blambangan gladi resik