Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wringinpitu Attraction 2026 Kembali Digelar, UMKM Raup Rp 20 Juta di Malam Perdana

Zamrozi Wahyu • Kamis, 9 Juli 2026 | 23:31 WIB
PEMBUKAAN: Kades Wringinpitu Wasito (tengah baju batik) menghadiri seremoni pembukaan Wringinpitu Attraction bersama aktor teater bertema asal usul desa pada Rabu malam (8/7). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
PEMBUKAAN: Kades Wringinpitu Wasito (tengah baju batik) menghadiri seremoni pembukaan Wringinpitu Attraction bersama aktor teater bertema asal usul desa pada Rabu malam (8/7). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, kembali menjadi panggung pelestarian budaya lokal melalui Wringinpitu Attraction. Festival yang masuk dalam kalender Banyuwangi Attraction itu digelar selama lima hari, mulai Selasa (8/7) hingga Sabtu (12/7), dengan menghadirkan beragam kesenian tradisional sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Berpusat di lapangan Desa Wringinpitu, tepatnya di Dusun Ringinanom, festival ini menjadi rangkaian kegiatan bersih desa yang setiap tahun dinanti masyarakat. Seluruh potensi seni dan budaya desa ditampilkan dalam satu panggung, mulai kesenian tradisional, pertunjukan pelajar, hingga bazar produk UMKM.

Pembukaan Wringinpitu Attraction berlangsung meriah. Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Tegaldlimo bersama masyarakat dari berbagai dusun memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan yang telah disiapkan panitia.

Kepala Desa Wringinpitu Wasito mengatakan, tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat Wringinpitu Attraction. Selain menjadi media nguri-uri budaya, festival tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui aktivitas UMKM.

"Wringinpitu Attraction merupakan kegiatan tahunan desa dan saat ini merupakan penyelenggaraan kali keempat. Kegiatan ini digelar selama lima hari serta merupakan rangkaian dari bersih desa," ujarnya, Rabu (9/7).

Teater Sejarah hingga Wayang Kulit

Selama lima hari pelaksanaan, masyarakat disuguhi beragam pertunjukan seni yang melibatkan komunitas budaya, pelajar, hingga seniman lokal.

Pada hari pertama digelar pertunjukan jaranan. Hari kedua diisi pembukaan resmi dengan penampilan teater yang mengisahkan asal-usul Desa Wringinpitu serta pertunjukan seni dari berbagai sekolah.

Memasuki hari ketiga digelar lomba tari, sedangkan hari keempat menampilkan kesenian dari siswa SMAN 1 Tegaldlimo. Puncak acara pada hari terakhir akan dimeriahkan pagelaran wayang kulit, lawak legendaris Gandu dan Petul, serta penampilan penyanyi Demy.

UMKM Raup Omzet Puluhan Juta

Menurut Wasito, festival budaya tersebut juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Seluruh stan yang berjualan di area kegiatan merupakan milik warga Desa Wringinpitu.

Hasilnya, pada malam pertama pelaksanaan saja, perputaran uang dari transaksi UMKM disebut telah mencapai sekitar Rp20 juta.

"Seluruh potensi budaya dan kesenian yang ada di desa kami tampilkan. UMKM juga kami berdayakan. Pada malam pertama perputaran uang pada UMKM bisa mencapai Rp20 juta," katanya.

Ia berharap Wringinpitu Attraction terus berkembang menjadi agenda budaya yang semakin besar, tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Ini juga kami masih menata. Yang jelas, tahun depan akan kami tambah lagi supaya lebih meriah dan memberikan efek positif lebih besar pada masyarakat," pungkasnya.

Melalui perpaduan seni tradisional, keterlibatan masyarakat, dan pemberdayaan UMKM, Wringinpitu Attraction menjadi bukti bahwa festival desa tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mampu menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di Banyuwangi. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#budaya banyuwangi #Desa Wringinpitu #Wringinpitu Attraction #tegaldlimo #UMKM Banyuwangi