RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 menghadirkan konsep baru pada panggung pembukanya.
Untuk pertama kalinya, penari dari gabungan sanggar tari lokal dikolaborasikan secara langsung dengan para talent kostum karnaval sejak tahap latihan, guna menghadirkan sajian teatrikal kolosal yang lebih utuh dan dramatis.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Grand Carnival yang akan digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, ratusan pengisi acara telah menjalani latihan gabungan massal di kawasan Taman Blambangan sejak Jumat, 3 Juli 2026.
Seluruh peserta melebur dalam satu formasi besar untuk mematangkan visualisasi pertunjukan bertema sejarah "Perang Bayu", yang mengangkat heroisme perjuangan rakyat Blambangan melawan VOC.
Kolaborasi tersebut menjadi tantangan baru bagi para pengelola sanggar tari.
Selain harus menyiapkan penari dengan kemampuan yang seimbang, mereka juga dituntut menyusun jadwal latihan yang efektif agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan para peserta.
Pimpinan Sanggar Alang Alang Kumitir, Punjul Ismuwardoyo, S.Sn, mengatakan proses seleksi hingga penyusunan jadwal menjadi salah satu pekerjaan yang paling menantang selama masa persiapan.
"Dalam proses ini ada beberapa kesulitan yang dihadapi, salah satunya adalah kita mencari penari yang kemampuannya sama, yang kemampuan penarinya imbang. Kemudian yang sekolahnya dekat-dekat supaya pengaturan jadwal itu tidak benturan-benturan. Jadi kendala-kendala itu sudah terlewati," ujarnya dalam wawancara yang dipublikasikan melalui banyuwangiethnocarnival.id.
Berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, penari pembuka dan talent kostum kini tidak lagi berlatih secara terpisah.
Setelah lebih dulu menjalani latihan mandiri di masing-masing sanggar pada pagi atau sore hari, seluruh peserta kini dipertemukan dalam latihan gabungan di ruang terbuka.
Sesi latihan tersebut difokuskan untuk menyempurnakan formasi kolosal, menyelaraskan tempo gerak penari dengan karakter pergerakan talent berkostum, sekaligus membangun chemistry antarpengisi acara.
Penyesuaian ini dinilai penting karena para talent membawa kostum dengan bobot yang mencapai belasan kilogram sehingga membutuhkan sinkronisasi gerak yang presisi.
Selain kekompakan, aspek fisik juga menjadi perhatian utama.
Para penari dituntut mampu menampilkan koreografi yang dinamis, energik, dan sarat adegan teatrikal laga di bawah terik matahari, seiring dengan latihan yang berlangsung dalam durasi cukup panjang.
Editor : Lugas Rumpakaadi