RADARBANYUWANGI.ID – Juni 2026 menjadi momentum padat bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini kembali menghadirkan rangkaian event budaya, tradisi, hingga olahraga ekstrem yang tersebar di berbagai kecamatan.
Mulai dari ritual sakral masyarakat pesisir, festival desa, hingga kejuaraan Banyuwangi BMX Supercross, seluruh agenda ini dirancang untuk memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata berbasis event.
6 Juni: Pembuka dengan Legenda Sritanjung
Rangkaian event dibuka dengan Padang Ulanan Legenda Sritanjung Sidopekso di Lapangan Desa Kedungasri, Tegaldlimo. Kegiatan ini mengangkat kembali kisah legenda lokal sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.
16 Juni: Laut, Tradisi, dan Syukur Nelayan
Memasuki pertengahan bulan, dua agenda besar digelar bersamaan:
- Petik Laut Lampon di Pantai Lampon, Pesanggaran
- Takir Sewu Sraten di Cluring
Kedua kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut dan keberkahan alam.
19–21 Juni: Keboan Ritual Aliyan
Salah satu agenda paling sakral, Ritual Keboan Aliyan, kembali digelar di Rogojampi. Tradisi turun-temurun ini menjadi daya tarik wisata budaya yang unik karena melibatkan simbol kerbau sebagai representasi kesuburan dan harmoni alam.
24–27 Juni: Tampo Fair Hidupkan Ekonomi Desa
Tampo Fair di Cluring menghadirkan konsep festival rakyat yang menggabungkan hiburan, ekonomi kreatif, dan UMKM lokal dalam satu ruang interaksi.
25–26 Juni: Delima Culture Roots
Di Tegaldlimo, Delima Culture Roots menampilkan eksplorasi budaya lokal yang dikemas lebih modern, menyasar generasi muda dan wisatawan digital.
27–28 Juni: Ritual Songo dan BMX Supercross
Dua agenda besar digelar bersamaan:
- Ritual Adat Songo di Glagah
- Banyuwangi BMX Supercross di Sirkuit Internasional BMX Muncar
Event olahraga ini menjadi magnet baru wisata adrenalin, memperkuat posisi Banyuwangi di kalender sport tourism nasional.
28 Juni: Kebo-Keboan Alasmalang
Penutup rangkaian event bulan Juni ditandai dengan Ritual Kebo-Keboan Alasmalang di Singojuruh. Tradisi ini menjadi salah satu ikon budaya paling terkenal dari Banyuwangi yang selalu menarik perhatian wisatawan.
Strategi Wisata Berbasis Event
Rangkaian agenda ini menegaskan strategi Banyuwangi dalam menggabungkan budaya, tradisi, dan sport tourism sebagai penggerak ekonomi daerah. Setiap event tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang interaksi sosial dan promosi wisata.
Dengan kalender padat sepanjang Juni, Banyuwangi kembali menguatkan posisinya sebagai salah satu destinasi festival paling aktif di Indonesia. (*)