Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Catat Tanggalnya! Segoro Topeng Kaliwungu 2026 Jadi Magnet Wisata dan UMKM Lumajang

Ali Sodiqin • Senin, 8 Juni 2026 | 23:00 WIB
Segoro Topeng Kaliwungu 2026 Digelar 27-28 Juni, Wisata Lumajang Bersiap Panen Pengunjung. (lumajangkab.go.id)
Segoro Topeng Kaliwungu 2026 Digelar 27-28 Juni, Wisata Lumajang Bersiap Panen Pengunjung. (lumajangkab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Masyarakat yang belum memiliki agenda pada 27-28 Juni 2026 bisa mulai memasukkan Kabupaten Lumajang ke dalam daftar destinasi liburan. Pasalnya, Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2026 kembali digelar sebagai salah satu agenda budaya unggulan yang diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ajang budaya yang menampilkan tari kolosal khas pesisir ini akan berlangsung pada akhir Juni mendatang. Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tontonan seni yang memukau, tetapi juga menjadi pengungkit sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, transportasi, hingga usaha masyarakat lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, mengatakan Segoro Topeng Kaliwungu telah berkembang menjadi instrumen penting dalam pembangunan daerah berbasis pariwisata dan budaya.

"Kegiatan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan berbagai sektor usaha yang saling mendukung," ujarnya di Lumajang, Jumat (5/6).

Festival ini sebelumnya mencuri perhatian nasional. Pada 2025, Segoro Topeng Kaliwungu yang digelar di Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, menjadi satu-satunya event dari Lumajang yang masuk dalam daftar 110 Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata.

Bukan Sekadar Festival, Tapi Mesin Penggerak Ekonomi

Patria menegaskan, paradigma pembangunan pariwisata saat ini tidak lagi sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Pemerintah daerah mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang saling terhubung antara destinasi wisata, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, penyedia akomodasi, hingga transportasi lokal.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar karena melibatkan banyak lini usaha sekaligus.

"Sektor pariwisata memiliki daya ungkit yang besar karena melibatkan banyak pelaku usaha dan aktivitas ekonomi yang saling terhubung, mulai dari UMKM, transportasi lokal, penyedia akomodasi, pelaku ekonomi kreatif, hingga pemasok berbagai produk lokal," katanya.

Pendekatan tersebut diyakini mampu memperluas manfaat ekonomi hingga ke masyarakat akar rumput. Dengan demikian, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung, melainkan juga dampaknya terhadap peningkatan pendapatan warga.

Ekosistem Wisata Terintegrasi

Dinas Pariwisata Lumajang kini mengembangkan konsep keterhubungan antarobjek wisata dan sektor pendukung. Strategi ini memungkinkan wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan festival, tetapi juga mengunjungi destinasi lain, menggunakan jasa transportasi lokal, menginap di penginapan warga, serta membeli produk UMKM setempat.

Patria menilai pariwisata tidak bisa berdiri sendiri karena memiliki hubungan erat dengan berbagai sektor ekonomi lainnya.

"Dengan pendekatan tersebut, destinasi wisata, pelaku UMKM, sektor ekonomi kreatif, dan berbagai layanan pendukung lainnya dapat tumbuh secara bersama-sama dalam satu ekosistem yang saling menguatkan," ujarnya.

Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan

Segoro Topeng Kaliwungu 2026 diproyeksikan menjadi salah satu momentum penting bagi kebangkitan ekonomi masyarakat Lumajang. Selain memperkenalkan kekayaan budaya pesisir kepada wisatawan, festival ini juga diharapkan membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Yang kami dorong bukan sekadar ramai pengunjung, tetapi bagaimana dampaknya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata," tegas Patria.

Dengan perpaduan seni budaya, keindahan pesisir, dan keterlibatan masyarakat lokal, Segoro Topeng Kaliwungu 2026 berpotensi menjadi salah satu agenda wisata paling dinantikan di Jawa Timur pada akhir Juni mendatang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Segoro Topeng #wisata lumajang #UMKM Lokal #festival budaya #KEN 2026