Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BEC 2026 Matangkan Kurasi Musik Perang Bayu, Suguhkan Pertunjukan Kolosal Heroik Rakyat Blambangan Melawan VOC

M Ksatria Raya • Rabu, 3 Juni 2026 | 05:00 WIB
BANGUN ENERGI PERTUNJUKAN: Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi (megang mic) bersama tim kurator memberikan masukan kepada para pemusik BEC di kantor Disbudpar Banyuwangi, sore Selasa (2/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANGUN ENERGI PERTUNJUKAN: Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi (megang mic) bersama tim kurator memberikan masukan kepada para pemusik BEC di kantor Disbudpar Banyuwangi, sore Selasa (2/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Persiapan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 memasuki tahap krusial. Tidak hanya kostum dan koreografi yang terus disempurnakan, konsep musik yang akan menjadi nyawa pertunjukan kolosal bertema "Perang Bayu: The Great War of Blambangan" kini juga menjalani proses kurasi ketat.

Musik dipersiapkan untuk menghadirkan emosi, heroisme, sekaligus membangun narasi sejarah perjuangan rakyat Blambangan dalam melawan kolonial VOC pada perhelatan BEC yang dijadwalkan berlangsung 18 Juli mendatang.

Proses kurasi musik digelar di Banyuwangi Corner Gallery, kawasan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Selasa (2/6). Sejumlah pemusik, pemilik sanggar seni, budayawan, hingga tokoh seni dan budaya Banyuwangi hadir memberikan masukan terhadap rancangan komposisi musik yang akan mengiringi salah satu agenda pariwisata terbesar di Banyuwangi tersebut.

Kurasi menjadi bagian penting karena musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring pertunjukan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan pesan, membangun suasana, dan memperkuat karakter cerita yang akan ditampilkan dalam karnaval budaya tersebut.

Musik Menjadi Roh Pertunjukan BEC

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi Ainur Rofiq mengatakan, proses kurasi dilakukan agar musik yang disajikan mampu menyatu dengan alur cerita dan koreografi yang telah disiapkan tim kreatif BEC.

Menurutnya, tema Perang Bayu membutuhkan pendekatan musikal yang kuat karena mengangkat salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Blambangan.

"Kurasi musik BEC ini ditampilkan untuk mengiringi cerita koreografi BEC yang bertema Perang Bayu pada tahun ini," ujarnya.

Rofiq menjelaskan, seluruh komposisi yang dipresentasikan dalam forum kurasi masih akan disempurnakan berdasarkan berbagai masukan dari para budayawan, anggota Dewan Kesenian Blambangan (DKB), praktisi seni, dan tokoh budaya yang hadir.

Ia menegaskan bahwa para pemusik yang terlibat merupakan seniman Banyuwangi yang telah melalui proses seleksi sehingga memiliki kompetensi dan pemahaman kuat terhadap karakter musik daerah.

"Para pemusik yang nantinya akan tampil di BEC sudah diseleksi serta merupakan orang Banyuwangi yang kenal dengan alat musiknya masing-masing, salah satunya ada Mas Sandi yang memainkan gendang," katanya.

Menghadirkan Dramatisasi Perang Bayu Lewat Musik

Dalam sesi kurasi, para musisi menampilkan berbagai rancangan komposisi yang memadukan instrumen tradisional Banyuwangi dengan sentuhan modern.

Dentuman gendang, tabuhan terbang, suara perkusi, hingga permainan keyboard berpadu membangun atmosfer yang menggambarkan perjalanan sejarah rakyat Blambangan.

Komposisi tersebut dirancang untuk mengikuti alur besar cerita yang akan diangkat dalam BEC tahun ini.

Tim kreatif membagi konsep musik menjadi tiga bagian utama.

Sesi pertama menggambarkan kehidupan masyarakat Blambangan sebelum datangnya pengaruh VOC dan masa-masa awal perubahan sosial yang terjadi.

Sesi kedua menjadi bagian paling dinamis dengan menghadirkan nuansa peperangan yang menggambarkan keberanian rakyat Blambangan dalam Perang Bayu. Pada bagian ini, musik dirancang lebih agresif, penuh energi, dan sarat ketegangan.

Sedangkan sesi terakhir menghadirkan suasana kemenangan dan kebangkitan masyarakat Blambangan setelah berhasil memberikan perlawanan terhadap kolonialisme. Nuansa musik berubah menjadi lebih meriah, optimistis, dan penuh semangat.

Perubahan dinamika tersebut diharapkan mampu membawa penonton larut dalam perjalanan emosional yang dibangun sepanjang pertunjukan.

Budayawan Tekankan Pentingnya Gagasan Musik

Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi Hasan Basri menilai, kekuatan sebuah pertunjukan budaya tidak hanya terletak pada visual, tetapi juga pada gagasan musik yang mendasarinya.

Menurut dia, penonton harus dapat menangkap pesan yang ingin disampaikan melalui komposisi musik yang dimainkan.

"Penikmat nantinya harus mengetahui gagasan musiknya dulu agar penonton dapat menikmati penampilan yang disajikan saat BEC," ujarnya.

Hasan menambahkan, tema Perang Bayu memiliki nilai historis yang kuat sehingga musik yang dihadirkan harus mampu menerjemahkan semangat perjuangan, pengorbanan, dan keberanian masyarakat Blambangan.

Karena itu, setiap unsur musik perlu dipikirkan secara matang agar tidak sekadar enak didengar, tetapi juga memiliki makna yang mendalam.

Musik dan Visual Harus Menjadi Satu Kesatuan

Masukan serupa juga disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Banyuwangi Mohamad Yanuarto Bramuda.

Menurutnya, keberhasilan sebuah pertunjukan kolosal sangat ditentukan oleh keselarasan antara musik dan visual yang ditampilkan.

Musik harus mampu menjadi roh yang menghidupkan gerak penari, kostum, hingga ekspresi para peserta karnaval.

"Bagaimana antarmusik dengan penampilan BEC jadi satu kesatuan. Karena roh harus menjadi satu, masukan dari teman-teman juga harus didengarkan untuk pemusik," ungkapnya.

Yanuarto menilai proses kurasi seperti ini penting untuk memastikan seluruh elemen pertunjukan bergerak dalam arah yang sama dan menghasilkan pengalaman artistik yang utuh bagi penonton.

Harus Lincah, Bertenaga, dan Meriah

Sementara itu, Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi menyoroti karakter musik yang harus mampu membangun energi sepanjang jalannya karnaval.

Menurut dia, musik dalam BEC tidak boleh datar karena berfungsi menjaga antusiasme peserta maupun penonton.

"Kita sedang menyiapkan musik untuk mengiringi karnaval serta terdapat tiga poin yang harus dipenuhi seperti warna musik harus lincah, bertenaga, dan meriah," katanya.

Karakter tersebut dinilai penting karena BEC merupakan pertunjukan jalanan yang membutuhkan ritme dinamis agar mampu menarik perhatian ribuan penonton yang memadati rute karnaval.

Perang Bayu Dipilih untuk Menginspirasi Generasi Muda

Show Director BEC 2026 Indra Irawan menjelaskan, tema Perang Bayu dipilih bukan semata mengangkat sejarah lokal, melainkan juga menyampaikan pesan moral kepada generasi muda.

Perang Bayu merupakan simbol keberanian masyarakat Blambangan dalam mempertahankan harga diri dan tanah kelahirannya dari kekuatan kolonial.

Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan hingga saat ini.

"Saya ingin menonjolkan BEC dengan tema Perang Bayu ini dengan keberanian masyarakat yang melawan penjajah yang dapat memberikan pesan pada generasi muda untuk berani ke depannya," ujarnya.

Indra berharap penonton tidak hanya menikmati keindahan kostum dan pertunjukan, tetapi juga memahami pesan perjuangan yang tersimpan di balik setiap adegan dan komposisi musik yang dimainkan.

Musik Banyuwangi Siap Berkolaborasi dengan Berbagai Genre

Indra juga menyoroti perkembangan industri musik Banyuwangi yang saat ini semakin matang dan terbuka terhadap berbagai kolaborasi.

Menurut dia, kekuatan musik lokal Banyuwangi justru terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan berbagai genre modern tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi akar utamanya.

"Saat ini industri musik Banyuwangi sudah besar banget yang bisa kita padukan dengan jazz ataupun dengan musik lainnya tetapi tidak kalah dengan musik Banyuwangi yang ditonjolkan," tuturnya.

Karena itu, BEC 2026 akan menghadirkan perpaduan menarik antara kekayaan musik tradisional Banyuwangi dengan sentuhan musikal kontemporer yang lebih dekat dengan generasi muda.

Dengan proses kurasi yang terus dimatangkan, BEC 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang parade kostum budaya, tetapi juga sebuah pertunjukan kolosal yang mampu menghidupkan kembali semangat heroik Perang Bayu melalui harmoni musik, koreografi, dan visual yang memukau. Sebuah panggung besar yang akan mengajak publik mengenang keberanian rakyat Blambangan sekaligus merayakan kekayaan budaya Banyuwangi di hadapan dunia. (ray/aif

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi Ethno Carnival 2026 #BEC Perang Bayu #Kurasi Musik BEC #Perang Bayu Blambangan #Disbudpar Banyuwangi