Agrowisata Tamansuruh Jadi Magnet Wisata Libur Panjang, Sajikan Festival Senja dengan Panorama Gunung Ijen
RADARBANYUWANGI.ID – Libur panjang akhir Mei hingga awal Juni dimanfaatkan Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi untuk menghadirkan rangkaian event wisata bertajuk Senja di AWT.
Selama sepekan penuh mulai 30 Mei hingga 7 Juni, wisatawan akan disuguhi beragam atraksi seni budaya, festival kreatif, wisata kuliner, hingga hiburan khas pegunungan yang menjadi daya tarik baru pariwisata Banyuwangi.
Event ini diprediksi menjadi magnet wisatawan karena menawarkan pengalaman menikmati senja dari kawasan lereng pegunungan dengan panorama Gunung Ijen dan Selat Bali sekaligus.
Berlokasi di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut (mdpl), Agrowisata Tamansuruh dikenal sebagai salah satu destinasi favorit untuk menikmati suasana sejuk khas pegunungan di Banyuwangi.
Setiap akhir pekan awal bulan, tepatnya Jumat hingga Minggu, kawasan ini rutin menggelar event Senja di AWT. Konsepnya memadukan wisata alam, pertunjukan budaya lokal, hingga ruang kreatif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Pengunjung yang datang tak hanya bisa menikmati suasana sore di kaki gunung, tetapi juga berburu aneka kuliner tradisional sambil menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya khas Banyuwangi.
Untuk menambah daya tarik, panitia juga menghadirkan hiburan lain seperti musik akustik, atraksi bela diri tradisional, hingga layanan terapi pijat yang bisa dinikmati wisatawan selama event berlangsung.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Hartono mengatakan, event Senja di AWT kali ini dikemas lebih meriah dengan berbagai agenda kreatif yang melibatkan pelajar, komunitas seni, hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Seluruh rangkaian agenda tersebut dibuka pukul 15.00 hingga 21.00 WIB,” kata Hartono.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lomba Fashion on The Street pada 30 Mei yang diikuti pelajar tingkat TK, SD, hingga SMP. Ajang tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus panggung pengembangan bakat bagi anak-anak dan remaja di bidang fashion.
Pada 31 Mei, pengunjung akan disuguhi workshop batik serta lomba mewarnai yang ditujukan untuk anak-anak dan keluarga. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan.
Memasuki 1 Juni, suasana AWT akan semakin semarak lewat Workshop Flower Frame, festival melukis, hingga Custom Bike Show yang menghadirkan komunitas otomotif kreatif Banyuwangi.
Sementara pada 2 Juni, pengunjung dapat menikmati seni jaranan serta workshop smok kain yang menjadi bagian dari upaya pelestarian seni kriya lokal.
Agenda berikutnya juga tak kalah menarik. Pada 3 Juni akan digelar workshop makrame dan lomba layangan hias yang diprediksi menarik perhatian wisatawan keluarga.
Sedangkan pada 4 Juni, event Gesah Sastra-Budaya bakal menghadirkan ruang diskusi dan ekspresi budaya lokal yang melibatkan para pegiat sastra dan seniman Banyuwangi.
Nuansa budaya khas Banyuwangi semakin terasa lewat pertunjukan tari gandrung pada 5 Juni. Tarian ikonik Banyuwangi itu akan menjadi salah satu atraksi utama yang dinanti pengunjung.
Puncaknya, pada 6 hingga 7 Juni, pengunjung akan disuguhi pertunjukan seni bela diri tradisional Pencak Sumping yang dipadukan dengan atmosfer senja pegunungan.
Hartono menegaskan, Senja di AWT bukan sekadar event hiburan semata. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku seni, UMKM, dan ekonomi kreatif lokal agar terus berkembang.
“AWT bisa jadi alternatif destinasi untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga. Sepekan ini kita siapkan paket wisata komplit. Pengunjung bisa menikmati pertunjukan seni budaya, lomba fashion, aneka workshop, hingga berburu kuliner tradisional,” ujarnya.
Dengan konsep wisata alam dan budaya yang dikemas dalam satu kawasan, Senja di AWT menjadi salah satu agenda wisata yang layak masuk daftar kunjungan selama libur panjang di Banyuwangi. (*)
Meta Deskripsi (150 karakter):