Kabupaten Banyuwangi mulai memanaskan atmosfer pariwisata dengan persiapan Banyuwangi Ethno Carnival 2026. Ratusan peserta terpilih digembleng dalam workshop intensif untuk menghadirkan pertunjukan spektakuler bertema heroik “Perang Bayu”.
RADARBANYUWANGI.ID – Persiapan menuju gelaran akbar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 semakin dimatangkan. Bertempat di Agro Wisata Tamansuruh, Selasa (5/5/2026), ratusan peserta mengikuti workshop intensif sebagai bekal utama sebelum tampil di panggung utama pada 18 Juli mendatang.
Workshop ini tidak sekadar latihan biasa. Para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari desain kostum, teknik fashion runway, fashion dance, hingga pendalaman tari tradisional dan koreografi. Seluruh materi dirancang untuk memastikan setiap penampil mampu menerjemahkan narasi sejarah ke dalam pertunjukan visual yang kuat dan memikat.
Tema Heroik “Perang Bayu”
Tahun ini, BEC mengangkat tema besar “Perang Bayu”, yang mengisahkan perjuangan rakyat Blambangan melawan kolonialisme. Tema tersebut dipecah ke dalam lima subtema, yakni hasil bumi, pejuang Blambangan, VOC dan antek-anteknya, genderang dan alat perang, hingga situs-situs sejarah pertempuran.
Salah satu mentor desain kostum, Annisa Febby, menjelaskan bahwa workshop difokuskan pada kesiapan teknis dan artistik peserta.
“Materi hari ini meliputi runway, fashion dance, tari tradisional, ekspresi hingga koreografi. Fokus kami agar peserta siap tampil maksimal saat show nanti,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari laman banyuwangitourism.com.
Ia juga mengungkapkan bahwa kualitas desain peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Inovasi yang ditampilkan dinilai mampu menjaga posisi BEC sebagai salah satu karnaval etnik terbaik di Indonesia.
Tantangan Kostum dan Koreografi
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi pelatihan. Mereka dituntut tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menghidupkan karakter kostum yang cenderung berat dengan gerakan yang tetap luwes.
Salah satu peserta, Robby Darmawansyah, mengaku tertantang dengan konsep yang diusung.
“Saya membawakan tema medan perang. Ini sangat menantang, apalagi harus memaksimalkan kostum dalam waktu sekitar tiga bulan,” ujarnya.
Magnet Wisata Nasional
BEC 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 dan kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) milik Kementerian Pariwisata RI.
Dengan status tersebut, BEC diharapkan menjadi magnet kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Banyuwangi.
Workshop di Tamansuruh menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas pertunjukan. Melalui persiapan matang ini, tema “Perang Bayu” ditargetkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga media edukasi sejarah yang epik dan membekas di benak penonton. (*)
Editor : Ali Sodiqin