RADARBANYUWANGI.ID – Panggung budaya terbesar hari ini di Banyuwangi siap meledak. Ribuan pelajar turun gelanggang dalam pergelaran kolosal Kuntulan Ewon yang digelar sebagai agenda utama Banyuwangi Festival dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Sejak pagi buta, denyut aktivitas sudah terasa di Taman Blambangan. Ratusan hingga ribuan penari dan pemusik bersiap menyatukan gerak dan irama dalam satu panggung besar yang bukan hanya soal hiburan, tetapi juga pertaruhan identitas budaya di tengah gempuran modernisasi.
Dilansir dari laman banyuwangitourism.com, acara dijadwalkan mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai. Ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa—melainkan demonstrasi kekuatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya.
Agenda Utama Banyuwangi Festival Hari Ini
Kuntulan Ewon menjadi sorotan utama dalam kalender Banyuwangi Festival hari ini. Dengan melibatkan sekitar 1.100 pelajar lintas jenjang pendidikan, acara ini dipastikan menjadi salah satu pertunjukan kolosal terbesar di tahun ini.
Para peserta akan menampilkan perpaduan seni tari dan musik tradisional khas Banyuwangi secara serempak. Harmoni gerakan dan tabuhan musik menjadi simbol kolaborasi—antara pendidikan, budaya, dan generasi muda.
Namun di balik kemeriahan itu, ada pesan kuat yang ingin disampaikan: budaya lokal harus tetap hidup, meski zaman terus berubah.
Dari Panggung Seni ke Arena Identitas
Di tengah dominasi budaya populer, ruang ekspresi bagi seni tradisional kerap terpinggirkan. Kuntulan Ewon hadir sebagai jawaban—mengembalikan panggung kepada budaya lokal dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor utama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di panggung budaya.
“Ini bukan hanya pertunjukan, tapi bagian dari pendidikan karakter dan pelestarian budaya,” menjadi semangat yang diusung dalam gelaran ini.
Ribuan Penari, Satu Energi
Kolaborasi besar ini mempertemukan siswa SD, SMP, hingga SMA dalam satu panggung. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga membawa identitas daerah yang diwujudkan dalam gerak dan musik kuntulan.
Latihan intensif yang dilakukan sebelumnya kini diuji di hadapan publik. Kekompakan, disiplin, dan keberanian menjadi kunci sukses penampilan.
Antusiasme juga datang dari masyarakat. Taman Blambangan diprediksi dipadati penonton yang ingin menyaksikan langsung kemegahan pertunjukan ini.
Jangan Lewatkan Momentum
Sebagai bagian dari Banyuwangi Festival, Kuntulan Ewon menjadi agenda yang sayang dilewatkan. Selain menyuguhkan pertunjukan seni, acara ini juga menjadi momentum refleksi tentang pentingnya pendidikan berbasis budaya.
Dengan atmosfer meriah dan energi ribuan pelajar, peringatan Hardiknas tahun ini di Banyuwangi tampil berbeda—lebih hidup, lebih kolosal, dan lebih bermakna.
Bagi masyarakat, hari ini bukan sekadar akhir pekan biasa. Ini adalah hari ketika pendidikan, budaya, dan semangat generasi muda bertemu dalam satu panggung besar.
Dan semuanya terjadi di Taman Blambangan—mulai pagi ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin