Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hardiknas Jadi Momentum Konsolidasi, SMPN 1 Genteng Dorong Energi Positif Lewat Kuntulan Ewon

Sidrotul Muntoha • Sabtu, 2 Mei 2026 | 01:30 WIB
PENABUH-PENARI: Para siswa SMPN 1 Genteng didampingi langsung Kepala Sekolah Ali Mustofa berlatih Kuntulan Ewon di Taman Blambangan, Jumat (1/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PENABUH-PENARI: Para siswa SMPN 1 Genteng didampingi langsung Kepala Sekolah Ali Mustofa berlatih Kuntulan Ewon di Taman Blambangan, Jumat (1/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks, momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi besar. Bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ruang menyatukan visi dan energi seluruh insan pendidikan agar bergerak ke arah yang sama.

Semangat itu digaungkan kuat oleh SMPN 1 Genteng melalui dukungannya terhadap event Kuntulan Ewon. Kepala sekolah Ali Mustofa menilai, kegiatan ini memiliki makna jauh lebih dalam dibanding sekadar pertunjukan seni religi.

“Kuntulan Ewon ini bukan hanya seni. Ini media untuk menyelaraskan frekuensi energi positif antar insan pendidikan,” ujarnya.

Ali yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMP Negeri itu menegaskan, dunia pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan kurikulum. Dibutuhkan keselarasan visi, semangat kolaborasi, dan energi kolektif agar tujuan peningkatan kualitas pendidikan benar-benar tercapai.


Dari Seremoni ke Konsolidasi Nyata

Selama ini, peringatan Hardiknas kerap terjebak pada kegiatan seremonial. Namun, menurut Ali, tantangan pendidikan saat ini menuntut pendekatan berbeda—lebih substansial dan berdampak langsung.

Melalui Kuntulan Ewon, ruang interaksi antar guru, kepala sekolah, hingga komunitas pendidikan terbuka lebih luas. Di sinilah terjadi pertukaran gagasan, penyamaan persepsi, hingga penguatan jejaring.

“Momentum ini penting untuk menyatukan visi. Kalau semua elemen pendidikan bergerak sendiri-sendiri, sulit mencapai hasil maksimal,” tegasnya.


Energi Positif Jadi Kunci Transformasi

Ali menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas atau sistem, tetapi juga oleh atmosfer dan energi yang dibangun di dalamnya.

Menurutnya, energi positif yang terbangun dari kolaborasi akan berdampak langsung pada lingkungan belajar, baik bagi guru maupun siswa.

“Ketika energi positif terbangun, komunikasi menjadi lebih baik, kolaborasi lebih kuat, dan tujuan bersama lebih mudah dicapai,” jelasnya.


Kolaborasi Jadi Jalan Keluar

Kuntulan Ewon, lanjut Ali, menjadi simbol penting bahwa pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu keterlibatan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan produktif.

Ia berharap, semangat kolaboratif yang muncul dari momentum ini tidak berhenti di acara semata, tetapi berlanjut dalam praktik nyata di sekolah masing-masing.

“Harapannya, energi yang terbangun hari ini bisa terus dijaga. Sehingga berdampak nyata pada peningkatan kualitas pendidikan di Banyuwangi,” pungkasnya.

Di tengah tuntutan perubahan yang cepat, pendekatan berbasis kolaborasi dan energi positif menjadi kunci. Hardiknas pun tak lagi sekadar peringatan, tetapi titik awal untuk menyatukan langkah menuju pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing. (*/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Hardiknas Banyuwangi #Kuntulan Ewon #energi positif pendidikan #mkks smp #smpn 1 genteng