Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Gandrung Sewu 2026, Tim Kreatif Ziarah ke Leluhur Seblang Olehsari Angkat Spirit “Kembang Dermo”

Ali Sodiqin • Sabtu, 25 April 2026 | 13:00 WIB
Tim Gandrung Sewu 2026 ziarah ke leluhur Seblang Olehsari. Ritual ini kuatkan konsep “Kembang Dermo” jelang pentas di Banyuwangi. (foto: banyuwangitourism.com)
Tim Gandrung Sewu 2026 ziarah ke leluhur Seblang Olehsari. Ritual ini kuatkan konsep “Kembang Dermo” jelang pentas di Banyuwangi. (foto: banyuwangitourism.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Persiapan pagelaran kolosal Gandrung Sewu 2026 tak hanya dimatangkan secara teknis, tetapi juga spiritual. Menjelang pementasan akbar itu, tim kreatif melakukan ziarah ke makam leluhur tradisi Seblang di Desa Olehsari, Kamis sore (23/4).

Suasana khidmat menyelimuti prosesi yang berlangsung penuh sakralitas. Ziarah tersebut dilanjutkan dengan selamatan sebagai bentuk penghormatan terhadap akar budaya yang menjadi ruh pertunjukan tahun ini.

Sebagaimana dikutip dari laman banyuwangitourism.com, pagelaran Gandrung Sewu 2026 mengusung tema “Kembang Dermo”—simbol bunga sakral dalam ritual adat Seblang Olehsari yang sarat makna spiritual dan filosofis.

Baca Juga: Sukun dari Nusantara Diburu Dunia: Dari Fantasi Eropa hingga Solusi Krisis Pangan Global

Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Kembang Dermo merupakan elemen penting dalam ritual Seblang, yang secara historis dan kultural memiliki keterkaitan erat dengan tarian Gandrung sebagai identitas budaya Banyuwangi.


Menyapa Leluhur, Menjaga Etika Budaya

Bagi tim kreatif, langkah spiritual ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian penting dalam proses kreatif. Mereka meyakini bahwa keselarasan antara konsep artistik dan nilai-nilai budaya harus dijaga sejak awal.

Salah satu pelatih tari, Ria Oktaviana, menegaskan pentingnya etika budaya dalam setiap tahapan persiapan.

“Kami mengikuti kebiasaan masyarakat Banyuwangi. Sebelum memulai sesuatu yang besar, kami sowan terlebih dahulu kepada leluhur. Apalagi ini pertunjukan yang sarat nilai filosofis,” ujarnya.

Baca Juga: Suzuki APV 2026 Bertahan di Tengah Gempuran Mobil Listrik, Andalkan Ketangguhan dan Biaya Murah

Menurutnya, aspek spiritual menjadi fondasi penting agar pesan yang diangkat dalam pertunjukan dapat tersampaikan secara utuh—tidak hanya secara visual, tetapi juga secara makna.


Sinkronisasi Teknis dan Spiritual

Prosesi di Olehsari menjadi lanjutan dari rangkaian persiapan yang telah dimulai sejak pekan lalu. Sebelumnya, ratusan pelatih tari dari berbagai daerah telah dikumpulkan dalam sesi pelatihan di Sanggar Gandrung Arum.

Latihan tersebut difokuskan pada penyamaan gerak, interpretasi tema, serta penguatan karakter tarian yang akan ditampilkan.

Dengan menggabungkan persiapan teknis dan spiritual, tim kreatif berharap mampu menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman makna.


Targetkan Magis di Pesisir Boom Marina

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan digelar di kawasan pesisir Pantai Boom Marina pada Oktober mendatang. Lokasi ini dikenal sebagai panggung utama yang menghadirkan harmoni antara seni, alam, dan budaya.

Baca Juga: Simulasi 50 Soal Tryout CAT Koperasi Merah Putih, Lengkap dengan Kunci Jawaban

Melalui tema “Kembang Dermo”, pertunjukan tahun ini ditargetkan mampu menghadirkan nuansa magis yang merepresentasikan hubungan manusia dengan alam dan leluhur.

Lebih dari sekadar tontonan, Gandrung Sewu diharapkan menjadi medium edukasi budaya sekaligus penguat identitas lokal di tengah arus modernisasi.

Dengan langkah spiritual yang dilakukan sejak awal, pagelaran ini bukan hanya tentang koreografi massal—tetapi juga tentang merawat warisan budaya yang hidup dan terus diwariskan lintas generasi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#budaya banyuwangi #Gandrung Sewu 2026 #Kembang Dermo #ritual adat Banyuwangi #Seblang Olehsari