RADARBANYUWANGI.ID – Panggung bergengsi Banyuwangi Ethno Carnival 2026 (BEC) 2026 resmi memasuki fase krusial. Audisi calon peserta digelar selama dua hari, 21–22 April, menjadi pintu awal bagi talenta lokal untuk menembus panggung karnaval etnik kelas dunia yang akan digelar 18 Juli mendatang.
Seleksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tahun ini, atmosfer kompetisi terasa lebih “panas” dengan hadirnya tema besar “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”—sebuah narasi heroik yang menuntut totalitas kreativitas sekaligus pemahaman sejarah.
Baca Juga: Polisi Susur Sungai Dam Serut, Buru Pelaku Pembuang Bayi di Genteng Banyuwangi
Dua Zona Seleksi, Jaring Talenta dari Seluruh Banyuwangi
Panitia membagi audisi dalam dua zona untuk menjangkau lebih banyak peserta. Hari pertama, Selasa (21/4), dipusatkan di Kecamatan Genteng guna mengakomodasi wilayah selatan dan barat.
Sementara hari kedua, Rabu (22/4), seleksi berlanjut di Kantor Disbudpar Banyuwangi bagi peserta dari kawasan kota dan sekitarnya.
Skema ini menjadi strategi untuk memastikan pemerataan kesempatan sekaligus menjaring potensi terbaik dari seluruh penjuru daerah.
Tema Perang Bayu, Lebih dari Sekadar Kostum
Berbeda dari edisi sebelumnya, tema Perang Bayu menuntut peserta tidak hanya tampil visual, tetapi juga mampu menghidupkan spirit perjuangan rakyat Blambangan dalam bentuk kostum kontemporer.
Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofik, menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini berorientasi pada kedalaman makna.
Baca Juga: Latihan Soal Tes CAT Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Lengkap 100 Soal
“Kami tidak hanya mencari yang bagus secara fisik, tapi juga yang mampu menjiwai tema Perang Bayu dan menerjemahkannya menjadi karya visual yang kuat dan memukau,” ujarnya, dikutip dari laman banyuwangitourism.com.
Menurutnya, BEC adalah ruang ekspresi budaya yang menggabungkan seni, sejarah, dan kreativitas dalam satu panggung besar.
Total Hadiah Rp60 Juta, Tarik Minat Generasi Muda
Untuk memacu kualitas peserta, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp60 juta. Insentif ini menjadi daya tarik tambahan bagi generasi muda untuk tampil maksimal dan berkompetisi secara sehat.
Tak heran jika antusiasme peserta terus meningkat setiap tahunnya. BEC kini bukan hanya event lokal, tetapi juga telah menjadi ajang prestisius yang diperhitungkan secara nasional.
Momentum Regenerasi dan Pelestarian Budaya
Audisi ini sekaligus menjadi ruang regenerasi pelaku seni di Banyuwangi. Generasi muda didorong untuk tidak hanya tampil, tetapi juga memahami akar budaya yang mereka representasikan.
Baca Juga: Pertamina Ancam Putus Hubungan Pangkalan Nakal, Kasus Oplosan Elpiji 3 Kg di Banyuwangi Terkuak
Melalui BEC, warisan leluhur tidak sekadar dikenang, tetapi dihidupkan kembali dalam format modern yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menuju Puncak Juli 2026
Dengan dimulainya tahapan audisi, persiapan menuju puncak acara pada 18 Juli 2026 resmi bergulir. Para peserta yang lolos akan menjalani proses pembinaan intensif untuk mematangkan konsep dan performa.
BEC 2026 diproyeksikan kembali menjadi magnet wisata budaya yang mampu menarik perhatian nasional hingga internasional. Perpaduan kemegahan kostum, kekuatan narasi sejarah, dan energi talenta muda diyakini akan menjadikan edisi tahun ini sebagai salah satu yang paling spektakuler.
Bagi generasi muda Banyuwangi, ini bukan sekadar kompetisi—melainkan kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah besar yang membawa budaya lokal ke panggung dunia. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : banyuwangitourism.com