Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Meriah! Tradisi Lebaran Kopat Boyolangu Banyuwangi, Simbol Syukur dan Kebersamaan Warga

Sigit Hariyadi • Senin, 30 Maret 2026 | 05:25 WIB
RUKUN: Warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri makan ketupat bareng-bareng dalam rangkaian Boyolangu Traditional Culture 2026. (Dini for Radar Banyuwangi)
RUKUN: Warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri makan ketupat bareng-bareng dalam rangkaian Boyolangu Traditional Culture 2026. (Dini for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, kembali menggelar tradisi Lebaran Kopat atau Lebaran Ketupat pada hari ketujuh bulan Syawal.

Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan warga setelah menjalani ibadah Ramadan.

Perayaan Lebaran Kopat di Boyolangu berlangsung meriah pada Jumat malam (28/3). Sejak sore, warga tampak sibuk menyiapkan ketupat lengkap dengan sayur dan lauk pauk.

Ketupat tersebut kemudian dibagikan kepada sanak saudara, tetangga, hingga tamu yang datang berkunjung.

Tak hanya berbagi, suasana kekeluargaan juga terasa kuat saat banyak warga memilih makan bersama di teras rumah masing-masing.

Tradisi sederhana ini menciptakan kehangatan dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Lebaran Kopat sekaligus menjadi pembuka rangkaian acara budaya bertajuk “Boyolangu Traditional Culture” yang digelar setiap tahun.

Acara inti dimulai usai salat Magrib, ditandai dengan penyajian hidangan ketupat untuk disantap bersama keluarga besar.

Kemeriahan semakin terasa di setiap sudut kampung. Anak-anak kecil berlarian dengan ceria mengenakan baju koko dan kopiah.

Penampilan mereka semakin unik dengan gaya khas, yakni memakai celana pendek dipadukan dengan sarung yang disampirkan di bahu atau dililit menyerupai tas pinggang.

Suasana yang semula riuh mendadak hening saat doa bersama dimulai. Warga dengan khusyuk menundukkan kepala, memanjatkan rasa syukur atas berkah dan keselamatan yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Boyolangu.

Usai doa, warga langsung menyantap hidangan ketupat yang telah disiapkan sejak siang hari. Tradisi makan bersama ini bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan sosial antarwarga.

Selepas salat Isya, rangkaian acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional Banyuwangi yang dibawakan para remaja setempat.

Antusiasme warga memuncak, mereka berdesakan menyaksikan aksi panggung yang menampilkan kekayaan budaya daerah.

Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Deretan lapak UMKM tampak memadati area sekitar lokasi acara. Para pedagang mengaku omzet mereka meningkat seiring membludaknya pengunjung dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

Ketua panitia, Risyal Alfani, mengaku bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Ia mengapresiasi semangat gotong royong warga yang terus menjaga tradisi agar tetap lestari.

“Kami sangat bangga dengan masyarakat Boyolangu yang hingga saat ini masih peduli terhadap pelestarian budaya lokal,” ujarnya.

Sebelum puncak acara, warga juga menggelar khotmil Qur’an di lingkungan kelurahan. Selain itu, masyarakat adat melakukan ziarah ke Petilasan Ki Buyut Jaksa pada sore hari. Ritual ini dilakukan untuk mendoakan jasa leluhur yang diyakini memiliki peran penting dalam perkembangan wilayah Boyolangu.

Rangkaian “Boyolangu Traditional Culture” akan dilanjutkan dengan tradisi Puter Kayun yang digelar hari ini (30/3). Dalam tradisi tersebut, warga melakukan napak tilas menggunakan dokar hias dari Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol.

Puter Kayun menjadi wujud syukur sekaligus bentuk penghormatan terhadap leluhur, khususnya Ki Buyut Jaksa yang dipercaya membuka akses wilayah utara Banyuwangi.

Dengan kekayaan tradisi yang terus dijaga, Boyolangu tak hanya menjadi pusat kegiatan budaya, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Banyuwangi. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#budaya banyuwangi #Lebaran Kopat Banyuwangi #Boyolangu Traditional Culture #tradisi ketupat #wisata budaya #Puter Kayun