RADARBANYUWANGI.ID – Tradisi tahunan Puter Kayun kembali digelar pada Senin besok, 30 Maret 2026, tepat di hari ke-10 bulan Syawal.
Ritual unik ini diselenggarakan oleh masyarakat Using Boyolangu, Kecamatan Giri, sebagai bentuk syukur sekaligus pemenuhan janji kepada leluhur mereka, Ki Buyut Jakso, yang berjasa membuka akses wilayah utara Banyuwangi.
“Ini tradisi leluhur yang sangat menyenangkan. Bisa bareng-bareng tamasya dan selamatan bersama di Pantai Watu Dodol. Harus ikut sampai selesai ritual Puter Kayun, dan kembali bersama-sama pula,” ujar Ahmad, warga Boyolangu.
Rute Napak Tilas Naik Dokar ke Pantai Watu Dodol
Prosesi Puter Kayun menampilkan ribuan warga berpakaian hitam-hitam khas Using yang menaiki dokar (delman) hias dari Kelurahan Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol.
Sepanjang rute sekitar 15 kilometer, masyarakat berdiri di sisi jalan mengiringi parade dokar.
Sesampainya di pantai, acara dilanjutkan dengan kenduri makan bersama sebagai simbol syukur atas rezeki setahun terakhir.
Para tokoh adat juga menaburkan bunga ke laut untuk menghormati leluhur yang meninggal saat membuka jalan di wilayah tersebut.
Sejarah dan Filosofi Puter Kayun
Ketua adat Mohamad Ikrom menjelaskan, Puter Kayun merupakan napak tilas jejak Ki Buyut Jakso.
Konon, Ki Buyut Jakso membuka jalan di bagian utara Banyuwangi atas permintaan Belanda, melalui kesaktiannya setelah bersemedi di Gunung Silangu (sekarang Boyolangu).
“Karena hampir semua masyarakat Boyolangu berprofesi sebagai kusir dokar, napak tilas dilakukan dengan menaiki dokar. Maka ada yang menyebut Puter Kayun sebagai lebarannya kusir dokar,” jelas Ikrom.
Ritual Pendahuluan Sebelum Puter Kayun
Tradisi Puter Kayun diawali dengan beberapa ritual:
-
Kupat Sewu (Seribu Ketupat) – Tiga hari sebelum Puter Kayun, warga membuat ketupat, lepet, dan makanan lain untuk dibagikan kepada tetangga dan sebagai bahan selamatan di sepanjang jalan desa.
-
Arak-arakan Budaya – Hari berikutnya, atraksi budaya seperti tapekong, kebo-keboan, kuntulan, barong, ondel-ondel, gandrung, hadrah, dan patrol mengelilingi kampung.
-
Ziarah Makam Buyut Jakso – Sebagai wujud penghormatan sebelum memulai napak tilas Puter Kayun ke Pantai Watu Dodol.
Puter Kayun sebagai Agenda Wisata Banyuwangi
Tradisi ini kini menjadi bagian dari Banyuwangi Festival, agenda wisata tahunan yang menyatukan nilai sejarah, budaya, dan pariwisata.
Bagi wisatawan, Puter Kayun menawarkan pengalaman unik: menyaksikan parade dokar hias, selamatan di pantai, dan tabur bunga ke laut.
Selain itu, tradisi ini menjadi ajang bersilaturahmi bagi warga yang tak sempat bertemu selama Lebaran.
Atraksi budaya dan ritual leluhur menjadikan Puter Kayun tidak hanya sebuah tradisi, tetapi juga pengalaman wisata budaya yang autentik dan memikat.
Tips Mengikuti Puter Kayun 2026
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan Puter Kayun:
-
Datang lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik sepanjang rute dokar.
-
Kenakan pakaian nyaman karena prosesi napak tilas bisa memakan waktu berjam-jam.
-
Siapkan kamera atau ponsel untuk mengabadikan parade dokar dan atraksi budaya Using.
-
Ikuti aturan lokal dan jangan mengganggu prosesi ritual agar pengalaman tetap aman dan berkesan.
Dengan perpaduan sejarah, budaya, dan keindahan alam Pantai Watu Dodol, Puter Kayun Banyuwangi 2026 menjadi agenda wisata budaya yang tidak boleh dilewatkan.
Bagi para penggemar tradisi dan wisata budaya, momen ini menghadirkan pengalaman tak terlupakan di ujung timur Pulau Jawa. (*)
Editor : Ali Sodiqin