Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sensasi Ngopi Bareng Ribuan Orang di Banyuwangi! Festival Ngopi Sepuluh Ewu Bikin Wisman Terpikat

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 10 November 2025 | 11:45 WIB
KAGUM KERAMAHAN WARGA: Sepasang wisatawan asal Republik Ceko menikmati kopi gratis yang disuguhkan warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.
KAGUM KERAMAHAN WARGA: Sepasang wisatawan asal Republik Ceko menikmati kopi gratis yang disuguhkan warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

RADARBANYUWANGI.ID – Digelar sejak 2014, Festival Ngopi Sepuluh Ewu telah menjadi salah satu agenda tahunan yang paling ditunggu wisatawan.

Seperti pada Sabtu malam (8/11), ribuan pengunjung dari berbagai kota hingga wisatawan mancanegara (wisman) tumplek blek di arena festival yang diselenggarakan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, tersebut.  

Event tahunan ini selalu berlangsung meriah. Dalam setiap penyelenggaraannya ribuan orang memadati Desa Adat Kemiren yang banyak dihuni warga Oseng untuk menikmati suasana hangat sambil menyeruput kopi khas Banyuwangi.

Para pengunjung yang datang dipersilakan duduk dan menikmati suguhan secangkir kopi secara gratis.

Tidak hanya kopi, beragam jajanan tradisional khas Banyuwangi juga tersaji di setiap meja yang ada di depan rumah warga. Jajanan itu bisa dinikmati setiap pengunjung.

Bupati Ipuk Fiestiandini hadir langsung pada Festival Ngopi Sepuluh Ewu kali ini. Ia tampak berbaur tanpa sekat, mengobrol santai serta ngopi bareng pengunjung dan warga setempat.

“Momentum malam ini selain mengenalkan kopi Banyuwangi yang telah dikenal luas hingga ke luar negeri, juga jadi sarana mempererat kebersamaan dan persaudaraan antar warga Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ipuk mengapresiasi Desa Kemiren yang tahun ini meraih dua penghargaan bergengsi di tingkat dunia, yaitu Internasional The 5th ASEAN Homestay Award dan salah satu desa wisata terbaik dunia, The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Tourism (UN Tourism).

“Pemerintah daerah selalu mendukung semua warga Banyuwangi untuk bisa menjaga budaya Banyuwangi secara bersama-sama,” tambah Ipuk.

Di antara kerumunan, tampak pasangan wisatawan asal Republik Ceko, yakni Adela dan Ardek, ikut larut menikmati suasana hangat malam penuh aroma kopi itu.

“Kami disambut sangat ramah, masyarakat sini (Kemiren) memberikan secangkir kopi gratis dan rasanya sangat enak,” kata Adela sambil tersenyum puas menikmati sajian kopi.

Kepala Desa Kemiren M Arifin menambahkan bahwa Ngopi Sepuluh Ewu telah digelar sejak 2012 yang diinisiasi oleh karang taruna setempat. 

“Semoga festival ini terus eksis. Desa Kemiren memang dikenal sebagai desa adat dan budaya. Ini bentuk kerja bareng seluruh masyarakat Kemiren sehingga Ngopi Sepuluh Ewu bisa terus terlaksana,” tuturnya.

Ketua Panitia Festival Ngopi Sepuluh Ewu Mohammad Edy Saputro mengatakan, kopi yang disuguhkan merupakan campuran kopi robusta dan arabika.

“Kopi kami bagikan dulu ke warga yang tinggal di sepanjang jalan sebelum festival. Warga yang kemudian menyajikan ke tamu yang datang,” ungkapnya.

Total sekitar 1,5 kuintal kopi yang disiapkan untuk hajatan tahunan tersebut. 

“Setiap orang boleh mampir dan duduk di rumah mana saja, semua disediakan gratis. Ini bentuk ramah tamah kami dan untuk memperkuat ikatan kekeluargaan,” kata Sukanto, warga Kemiren.

Rino, warga Kecamatan Licin, mengaku sudah beberapa kali hadir di Festival Ngopi Sepuluh Ewu. Menurutnya, suasana selalu nyaman dan hangat.

“Setiap tahun selalu datang di Festival Ngopi Sepuluh Ewu, tetap terasa dekat dan disambut baik oleh warga Kemiren walaupun baru pertama kali ketemu,” ujarnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Ngopi Sepuluh Ewu #kemiren #banyuwangi