Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sambut Musim Tanam, Ratusan Petani Banyuwangi Gelar Tradisi Bubak Bumi di Dam Tua Warisan 1953!

Sigit Hariyadi • Sabtu, 1 November 2025 | 11:45 WIB
Para petani di Desa Sidorejo, Purwoharjo, menggelar selamatan dengan harapan musim tanam berjalan lancer, Kamis (30/10).
Para petani di Desa Sidorejo, Purwoharjo, menggelar selamatan dengan harapan musim tanam berjalan lancer, Kamis (30/10).

RADARBANYUWANGI.ID – Para petani di Banyuwangi memiliki tradisi unik setiap memasuki musim tanam. Mereka menggelar tradisi “Bubak Bumi”, yakni doa bersama dan kenduri di lokasi tanam.

Tradisi Bubak Bumi tersebut salah satunya dilakukan para petani Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

Tepatnya di Dam K Stail pada Kamis (30/10). Mereka melaksanakan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang telah diperoleh pada tahun ini sekaligus memohon kelancaran dan keberkahan untuk musim tanam berikutnya.  

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Ilham Juanda mengatakan, Bubak Bumi merupakan tradisi para petani saat memulai masa tanam.

“Tradisi ini digelar dengan harapan musim tanam bisa berjalan lancar, terhindar dari bencana, dan menghasilkan panen yang melimpah,” ujarnya.

Tradisi Bubak Bumi diikuti oleh 300 petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) se-Banyuwangi. Dalam suasana penuh kebersamaan, mereka melaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Setelah berdoa bersama, para petani lantas makan nasi tumpeng bersama warga yang juga datang ke lokasi acara.

“Ritual ini bukan hanya doa bersama untuk menyambut awal musim tanam, tetapi juga sarana untuk menguatkan kebersamaan dan gotong royong di antara petani. Kekompakan ini penting, agar kita semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian di masa mendatang,” tutur Ilham.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi Reza Al Fahroby menjelaskan bahwa Dam K Stail dibangun sebelum tahun 1953.

Dam ini mampu mengairi 6.224 hektare sawah di wilayah Kecamatan Purwoharjo dan Tegaldlimo.

“Dam K Stail ini melayani kebutuhan air untuk pertanian di 12 desa pada 2 kecamatan tersebut. Maka Dam ini harus kita rawat bersama agar debit air maupun kebersihannya tetap terjaga untuk mendukung pertanian Banyuwangi,” ujarnya.

Reza menambahkan, untuk menambah daya tampung, saat ini tengah dilakukan normalisasi pada Dam K Stail.

“Kegiatan normalisasi sudah berjalan hampir dua pekan yang dilaksanakan oleh balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Karena dam ini memang di bawah kewenangan mereka,” urai Reza. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#petani banyuwangi #tradisi #purwoharjo #Musim Tanam #Tradisi Bubak Bumi