Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Spektakuler! 1.300 Penari dan 50 Kepala Desa Warnai Festival Gandrung Sewu 2025 di Banyuwangi

Ali Sodiqin • Minggu, 26 Oktober 2025 | 03:12 WIB
Festival Gandrung Sewu 2025 di Banyuwangi tampil megah, libatkan 1.300 penari dan sukses raih penghargaan KEN Kemenparekraf.
Festival Gandrung Sewu 2025 di Banyuwangi tampil megah, libatkan 1.300 penari dan sukses raih penghargaan KEN Kemenparekraf.

RADARBANYUWANGI.ID - Ribuan pasang mata terpukau menyaksikan kemegahan Festival Gandrung Sewu 2025 di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (25/10).

Sebanyak 1.300 penari gandrung tampil memukau di atas hamparan pasir tepi laut, menciptakan lautan warna dan gerak yang mempesona.

Festival kolosal tahunan ini kembali membuktikan daya tarik budaya Banyuwangi yang tak pernah pudar.

Sejak pertama kali digelar pada 2012, Gandrung Sewu telah menjadi ikon budaya Bumi Blambangan, menegaskan identitas dan kekayaan tradisi masyarakat Oseng.

Keterlibatan 50 Kepala Desa Bikin Penampilan Makin Berkesan

Tahun ini, Festival Gandrung Sewu tampil berbeda. Untuk pertama kalinya, 50 kepala desa dari berbagai penjuru Banyuwangi ikut menari bersama ribuan penari gandrung.

Mengenakan kostum adat Oseng, para kades larut dalam irama musik tradisional, disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Kepala Desa Tambong, Agus Hermawan, mengungkapkan bahwa momen tersebut menjadi bentuk komitmen para kepala desa untuk ikut melestarikan budaya Banyuwangi.

“Ini bukan sekadar menari, tapi bentuk kontribusi kami menjaga budaya. Awalnya sulit, tapi pengalaman ini sangat berharga,” ujarnya.

Menurut Bupati Ipuk Fiestiandani, partisipasi kepala desa menjadi simbol kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat.

“Gandrung Sewu bukan hanya panggung seni, tapi juga panggung harmoni yang mempersatukan Banyuwangi,” tegas Ipuk.

Apresiasi Nasional & Pengakuan UNESCO

Festival Gandrung Sewu kini telah menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak 2022.

Selain itu, tari gandrung juga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, dalam lingkup Geopark Ijen.

Dalam pergelaran 2025 ini, Banyuwangi kembali menerima Piagam Penghargaan KEN, yang diserahkan oleh Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Erwita Dianti, kepada Bupati Ipuk.

Apresiasi dari Menteri PAN-RB: Bukti Banyuwangi Makin Inovatif

Acara megah tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat nasional, termasuk Menteri PAN-RB Rini Widyantini, Wamen PAN-RB Komjen Pol (Purn) Purwadi Aryanto, dan Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh.

Dalam sambutannya, Menteri Rini memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Banyuwangi dan masyarakatnya.

“Acara ini bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi wujud nyata dari cinta dan gotong royong di tanah Oseng,” ujar Rini.

Ia menilai Banyuwangi sebagai contoh sukses daerah yang mampu menggabungkan inovasi dan budaya sehingga menjadi magnet wisata nasional dan internasional.

Bukan Sekadar Atraksi Seni, Tapi Perayaan Identitas Banyuwangi

Dengan tata cahaya megah, musik tradisional yang menggema, dan ribuan penari yang menari serempak di tepi laut, Festival Gandrung Sewu 2025 menegaskan posisinya sebagai festival budaya paling bergengsi di Indonesia.

Bupati Ipuk menegaskan bahwa festival ini adalah bentuk nyata perayaan jati diri Banyuwangi yang kaya akan tradisi, inovasi, dan semangat kebersamaan.

“Keindahan lahir dari kebersamaan, kekuatan tumbuh dari harmoni,” ujarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#budaya banyuwangi #gandrung sewu #Kepala Desa #pantai boom #KEN #wisata #banyuwangi #festival gandrung sewu