Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Gelar Festival Perkusi Oseng 2025, Musik Tradisional Rancak yang Bikin Merinding!

Sigit Hariyadi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:10 WIB
Photo
Photo

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi dikenal memiliki beragam kesenian dan budaya yang menjadi kekuatan identitas kultural.

Salah satunya musik perkusi Oseng yang dikenal unik dan otentik dengan ciri khas kecepatan pukulan hingga menghasilkan harmoni musik rancak dan energik.

Untuk mengenalkan musik perkusi khas Oseng tersebut, pemkab menggelar Banyuwangi Percussion Festival (BPF).

Ajang ini bakal digelar di Terminal Pariwisata Terpadu, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi pada Jumat malam (24/10). 

“Banyuwangi kaya seni dan budaya yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Ada tari-tarian, tembang, budaya hingga ritual adat. Salah satunya musik perkusi Oseng,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani.

MEMBANGGAKAN: Grup Damar Art asal Banyuwangi saat tampil di Istana Negara usai upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu.
MEMBANGGAKAN: Grup Damar Art asal Banyuwangi saat tampil di Istana Negara usai upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu.

Hampir semua seni budaya Banyuwangi menggunakan musik perkusi Oseng sebagai pengiringnya. Seperti tari Gandrung.

Musik perkusi Oseng juga selalu bisa ditemui di setiap acara adat dan budaya sebagai musik pembuka atau pengiringnya.

“Karena itu kali ini secara khusus kami menggelar Banyuwangi Percussion Festival untuk mengenalkan keunikan dan keelokan seni musik perkusi yang dimiliki Banyuwangi,” imbuh Ipuk.

Dewan Pengarah Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi mengatakan perkusi Oseng diakui oleh praktisi dan akademisi seni sebagai seni otentik khas Banyuwangi yang unik dan tidak ditemukan di daerah lainnya di nusantara.

Perkusi Oseng merupakan permainan musik perpaduan alat-alat musik tradisional khas Banyuwangi yang terdiri atas gong, klincing, rampak kendang, saron dan angklung Oseng.

“Kekhasan Perkusi Using ada pada kecepatan pukulan kendang yang menghasilkan irama rancak dan energik yang sampai sekarang belum bisa dinotasikan. Satu lagi kelebihan Perkusi Using adalah keluwesannya untuk dipadukan dengan berbagai genre musik” kata Samsudin.

Samsudin menambahkan, irama yang rancak dan energik Perkusi Oseng sampai kini diwariskan secara turun menurun ke generasi yang lebih muda.

Bahkan di Banyuwangi, Perkusi Oseng juga dipelajari sebagai ekstra kulikuler di sekolah-sekolah.

“Regenerasi musik Banyuwangi telah berjalan dengan baik. Karenanya dengan adanya festival ini akan menjadi panggung yang tepat bagi para seniman musik khas Banyuwangi untuk dikenal lebih luas lagi sebagaimana impian kami para seniman dan budayawan daerah,” kata Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut.

Banyuwangi Percussion Festival yang digelar perdana ini akan menampilkan empat grup perkusi.

Tiga di antaranya grup perkusi dari Banyuwangi yakni Damar Art, Munsing (Musik Nada Using) dan JEB (Jiwa Etnik Banyuwangi).

”Damar Art, Munsing dan JEB dimotori oleh tiga kreator musik etnik Banyuwangi. Tiga seniman muda jebolan kampus seni itu akan bereksperimen dan memainkan komposisi musik etnik dengan konsep musik yang inovatif, memadukannya dengan berbagai genre musik dan kolaborasi dengan penyanyi lokal. Di tangan mereka, musik etnik Banyuwangi bakal terdengar modern, tanpa kehilangan rasa tradisionalnya,” kata Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi Budi Santoso.

Selain grup lokal Banyuwangi juga ada grup tamu “Ethno Ensamble” dari Solo yang sebagian besar musisinya merupakan mahasiswa dan alumni etnomusikologi ISI Surakarta. Komposisi-komposisi yang dimainkan lebih ke perpaduan berbagai alat perkusi di Indonesia.

“Mereka juga akan berkolaborasi dengan mahasiswa seni ISI Surakarta di Banyuwangi. Grup musik ini kami hadirkan untuk memperkaya wawasan musik perkusi generasi muda Banyuwangi khususnya juga untuk memberikan hiburan nuansa baru bagi semua penonton yang datang,” pungkas Budi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi Percussion Festival 2025 #musik #oseng #perkusi