RADARBANYUWANGI.ID - Festival Gandrung Sewu kembali akan digelar di Pantai Marina Boom pada 25 Oktober 2025 mendatang.
Tahun ini, Gandrung Sewu hadir dengan mengusung tema ”Selendang Sang Gandrung”.
Tema tersebut akan menyuguhkan interpretasi artistik dan mendalam mengenai peran sentral selendang dalam tari gandrung.
Rangkaian acara akan dibuka pada tanggal 23 Oktober dengan sajian musik etnik yang menghadirkan harmoni tradisi dan modernitas.
Keesokan harinya, 24 Oktober, fokus beralih ke ritual sakral dengan digelarnya Meras Gandrung pada sore hari dan dilanjutkan dengan penampilan musik perkusi di malam hari.
Musim Panen Bagi Pelaku UMKM
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Taufik Rohman mengatakan, kemegahan Festival Gandrung Sewu akan berlangsung pada 25 Oktober, di mana ribuan penari akan menyajikan kolaborasi tarian yang spektakuler.
”Pergelaran tarian ini tidak hanya menawarkan atraksi budaya yang megah, tetapi juga menjadi penanda dimulainya "musim panen" bagi pelaku usaha lokal,’’ kata Taufik didampingi Kabid Promosi Ainur Rofiq.
Pada tahun 2024 lalu, event ini berhasil menarik lebih dari 50 ribu pengunjung dan mampu menghasilkan total perputaran ekonomi yang fantastis, mencapai Rp 7,9 miliar.
Angka ini mencakup keseluruhan transaksi dari berbagai sektor, mulai dari produksi acara, belanja pengunjung, UMKM, hingga akomodasi, menegaskan peran Gandrung Sewu sebagai lokomotif ekonomi pariwisata daerah.
Okupansi Hotel dan Homestay Naik
Dampak yang paling terasa dari perhelatan akbar ini adalah lonjakan pesat pada sektor penginapan.
Data di tahun 2024 menunjukkan bahwa selama tiga hari event berlangsung, tingkat hunian (okupansi) hotel dan homestay di Banyuwangi melambung tinggi, mencapai 70 hingga 95 persen.
”Tercatat, estimasi transaksi dari hotel dan homestay diperkirakan menembus angka Rp 2,1 miliar,’’ ungkapnya.
Dengan kembali digelarnya Gandrung Sewu, para pelaku bisnis penginapan optimistis dampak positif ini dapat ditingkatkan.
"Okupansi kami pasti hampir penuh, bahkan mencapai 95 persen pada tanggal penyelenggaraan. Konsep acara yang menarik menjadi daya jual tersendiri untuk tamu hotel," terang Hilman Tantowi, Asisten Marcom Manajer Hotel .
Senada, Achmad Junaidi, Sales Manager Hotel Kokoon mengungkapkan, tingkat okupansi hotel selalu di atas 80 persen selama pelaksanaan Gandrung Sewu.
"Dengan adanya undangan khusus yang kami berikan kepada tamu, Gandrung Sewu menjadi penawaran yang sangat menarik bagi tamu kami," ujarnya.
Punya Daya Tarik Tersendiri
Sementara itu, Gandrung Sewu juga membawa angin segar bagi industri homestay sebagaimana dirasakan oleh Aina, pemilik Ijen Backpacker Homestay. “Setiap tahun, tamu-tamu saya selalu excited dengan event ini karena memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka,’’ kata Junaidi.
Keberhasilan Gandrung Sewu 2025 bukan hanya dilihat dari kemeriahan budayanya, tetapi juga dari efek berantai yang diciptakannya.
Dari data ini, terlihat jelas bahwa event tersebut menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan, memastikan bahwa kemegahan tarian kolosal ini turut menyumbang peningkatan ekonomi daerah.
Rangkaian persiapan pergelaran spektakuler Festival Gandrung Sewu 2025 terus dimatangkan.
Sabtu lalu (11/10) ribuan penari dari berbagai sekolah dan sanggar seni di Banyuwangi mengikuti latihan gabungan kedua di Stadion Diponegoro. Latihan dimulai pukul 14.00 hingga malam hari.
Selama latihan, para talent memeragakan ragam formasi seperti arahan para pelatih.
Proses persiapan telah dilakukan sejak bulan Juli. Selama satu bulan pertama, tim melakukan seleksi penari, kemudian pada Agustus kegiatan sempat berhenti karena peserta fokus pada agenda di wilayah masing-masing.
Latihan kembali dilanjutkan pada September hingga Oktober ini, dan kini sudah memasuki tahap latihan gabungan besar.
“Kita mulai dari Juli, seleksi dulu sebulan penuh. Agustus istirahat karena ada kegiatan lain, lalu September mulai lagi sampai sekarang.
Ini sudah masuk latihan bersama yang kedua,” ujar ketua tim kreatif pergelaran Gandrung Sewu, Suko Prayitno. (cw5-Dalila Adinda/aif)
Editor : Ali Sodiqin