RADARBANYUWANGI.ID – Pawai Endhog-endhogan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung meriah di Banyuwangi, Senin (29/9).
Bupati Ipuk Fiestiandani bersama jajaran pemkab bersepeda bersama, menyemarakkan pawai telur hias (kembang endhog) keliling Kota Banyuwangi.
Ratusan, bahkan ribuan kembang endhog dipajang rapi di halaman Masjid Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi. Telur hias yang menjadi ciri khas tradisi ini kemudian diarak keliling kota.
Iring-iringan dimulai sekitar pukul 13.30, diawali dengan penampilan drum band SMPN 3 Banyuwangi yang mengundang antusiasme penonton.
Setelah itu, barisan Bupati Ipuk bersama rombongan pejabat daerah bersepeda melintasi jalan protokol, disusul barisan panjang ribuan telur hias yang ditata dengan indah di atas becak. Warga pun berjubel di kawasan MAB untuk menyaksikan arak-arakan tersebut.
Tidak hanya itu, di sepanjang jalan masyarakat tumpah ruah memberikan sambutan meriah. Anak-anak hingga orang tua tampak antusias menyaksikan pawai endhog-endhogan.
Tidak sedikit pula warga yang mengabadikan momen dengan kamera ponsel, menjadikan suasana pawai semakin hidup. Sebagianwe arga juga berebut mendapatkan telur hias yang ditata di atas becak.
Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas tahunan, melainkan momentum mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun daerah.
Ia menyebut tradisi endhog-endhogan adalah simbol kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Semoga peringatan maulid ini menjadi wujud rasa cinta dan taat kita kepada Nabi Muhammad SAW serta membawa keberkahan bagi Banyuwangi. Guyub rukun membangun Banyuwangi adalah wujud nyata cinta kita kepada Nabi Muhammad,” ujar Ipuk.
Lebih lanjut, Ipuk mengajak masyarakat untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai inspirasi dalam meneladani sikap dan ajaran Rasulullah.
“Mari kita jadikan momen perayaan Maulid ini sebagai momentum kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi dalam membangun Banyuwangi sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad SAW,” tuturnya.
Perkuat Kerukunan Banyuwangi
Dai kondang asal Jogjakarta Ustadz Wijayanto mengapresiasi tradisi endhog-endhogan yang digelar masyarakat Banyuwangi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, tradisi ini tidak hanya sarat nilai budaya, tetapi juga mencerminkan kuatnya semangat gotong-royong dan kebersamaan warga Banyuwangi.
“Baru kali ini saya melihat ada tradisi di Indonesia seperti endhog-endhogan yang sangat unik. Masyarakat bersama-sama bergotong-royong, saling berkolaborasi, dan membangun kebersamaan. Tak heran Banyuwangi selalu rukun, damai, dan tenteram,” ujarnya di sela-sela acara.
Ustadz Wijayanto menilai, kekompakan warga Banyuwangi dalam menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan serta kearifan lokal seperti endhog-endhogan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.
Tradisi ini, lanjutnya, bukan hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai persatuan sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Festival Endhog-endhogan merupakan perayaan khas Banyuwangi yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol cinta masyarakat Banyuwangi kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga keharmonisan sosial dan kerukunan antarwarga. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin