Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ribuan Warga Banyuwangi Meriahkan Tradisi Endhog-Endhogan Maulid Nabi dengan Kreasi Spektakuler

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 6 September 2025 | 14:45 WIB
MERIAH: Salah satu peserta pawai Endhog-Endhogan mengusung miniatur kerbau yang sedang membawa bunga telur di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Jumat (5/9).
MERIAH: Salah satu peserta pawai Endhog-Endhogan mengusung miniatur kerbau yang sedang membawa bunga telur di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Jumat (5/9).

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Banyuwangi kembali menggelar tradisi endhog-endhogan Jumat (5/9).

Tradisi mengarak ribuan kembang telur (kembang endhog) ini dilakukan hampir di seluruh pelosok Bumi Blambangan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Dalam tradisi ini, telur rebus dihias dengan bunga kertas lalu ditancapkan di batang pohon pisang berhias (jodang).

Jodang tersebut kemudian diarak keliling kampung atau ditaruh di masjid, sambil diiringi pembacaan selawat, barzanji, zikir, serta doa bersama.

Tradisi turun-temurun ini sudah berlangsung sejak lama dan diwariskan lintas generasi sebagai wujud cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Salah satu perayaan meriah terlihat di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti pawai endhog-endhogan sejauh 2,2 km, tepatnya dari Masjid Baiturrahman menuju Kantor Desa Kembiritan.

Mereka membawa aneka jodang telur hias. Selama perjalanan, para peserta membacakan selawat, barzanji, zikir, dan doa-doa.

Sebelumnya, juga diawali dengan gerakan membaca 1.000 selawat yang sudah dilakukan sejak awal Rabiul Awal atau yang jatuh pada 25 Agustus lalu.

Didampingi Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didaulat melepas pawai telur  yang diikuti ribuan warga.

“Endhog-endhogan ini bukan hanya sekadar festival yang penuh kemeriahan, tetapi juga menjadi wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Bupati Ipuk.

Tradisi Endhog-endhogan tidak hanya dilaksanakan di Desa Kembiratan, tapi juga dilakukan secara serentak di seluruh pelosok Banyuwangi.

Dalam ritual ini, warga membawa telur rebus dihias dengan bunga kertas dan ditancapkan di batang pohon pisang.  

Bupati Ipuk menyampaikan, Endhog-endhogan ini tradisi yang sudah berjalan lama. Secara turun-temurun diwariskan lintas generasi sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad.

Ornamen-ornamen megah seperti replika Kakbah, perahu tumpeng telur, pohon kurma, kerbau, hingga unta beserta penunggangnya diarak warga sambil dipenuhi bunga telur.

“Mudah-mudahan kita semua yang hadir di sini, yang menyemarakkan Festival Endhogan, mendapat syafaat dari Nabi Muhammad,” harapnya.

Bupati Ipuk mengapresiasi atas semangat kebersamaan, gotong royong, dan keguyuban warga yang menjaga tradisi endhog-endhogan ini.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga berpesan kepada masyarakat Banyuwangi untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusifitas daerah. “Di momen ini, mari kita jaga kondusivitas Banyuwangi,” ajaknya.

Salah satu atraksi yang menyita perhatian dalam Festival Endhog-endhogan ini replika perahu tumpeng raksasa berisi sekitar 1.500-2.000 telur hias karya warga Dusun Krajan 2. Selain itu, juga kerbau raksasa yang diarak warga

“Kami buat secara swadaya dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 7 juta dengan melibatkan 30 sampai 40 orang,” kata koordinator warga yang membuat replica perahu tumpeng, Taufiq Hidayat.

Perahu itu berukuran enam sampai tujuh meter yang dibuat dengan gotong royong selama seminggu penuh.

“Kita kerjakan mulai pagi, sore, dan malam selama seminggu. Apa yang kita lakukan ini untuk menyemarakkan Festival Endhog-endhogan,” tambahnya.

Panitia Festival Endhog-endhogan Kembiritan, Guntur Al Badri mengatakan, tradisi tahunan ini berlangsung lebih meriah dibanding sebelumnya. Tercatat ada 221 kreasi dari tujuh dusun di Desa Kembiritan yang ditampilkan.

“Alhamdulillah setiap tahun tradisi turun temurun ini selalu bertambah meriah, apalagi endhog-endhogan Kembiritan ini sudah dua tahun ini masuk dalam kalender Banyuwangi Festival (B-Fest),” kata Guntur yang juga Ketua Takmir Masjid Baiturrahman. (sas/abi) 

Editor : Ali Sodiqin
#tradisi #Endhog-Endhogan #maulid nabi muhammad #banyuwangi