RADARBANYUWANGI.ID -Nama Nyi Roro Kidul sudah lama melegenda di masyarakat Indonesia, terutama di wilayah selatan Jawa. Sosok yang disebut sebagai Ratu Laut Selatan ini digambarkan memiliki kecantikan luar biasa sekaligus aura mistis yang kuat.
Kepercayaan masyarakat terhadapnya tidak hanya bertahan secara turun-temurun, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya dan mistis.
Bagi masyarakat Jawa, mitos Nyi Roro Kidul tak sekadar kisah seram. Ia diyakini memiliki hubungan spiritual dengan raja-raja Keraton Mataram dan keturunannya.
Dalam tradisi lisan, penguasa Jawa disebut-sebut menjalin ikatan batin dengan sang ratu laut sebagai simbol legitimasi dan kekuatan politik.
Hubungan ini dipandang bukan semata mistis, melainkan juga strategi budaya untuk memperkuat wibawa kerajaan.
Hingga kini, cerita tersebut masih begitu hidup. Banyak pengunjung Pantai Parangtritis di Yogyakarta, Pelabuhan Ratu di Sukabumi, hingga kawasan pantai selatan Jawa lainnya percaya bahwa laut selatan memiliki nuansa berbeda.
Warna hijau dianggap larangan karena dipercaya sebagai warna kesukaan Nyi Roro Kidul.
Konon, siapa pun yang mengenakan pakaian hijau saat berenang di laut selatan akan mudah terseret ombak.
Fenomena ini pun berkembang menjadi bagian dari industri wisata. Hotel-hotel besar di kawasan selatan, seperti Inna Samudra Beach Hotel di Pelabuhan Ratu, bahkan memiliki kamar khusus yang dipersembahkan untuk Nyi Roro Kidul.
Kamar tersebut dibiarkan terawat dengan nuansa mistis dan sering jadi tujuan wisatawan yang ingin merasakan atmosfer gaib.
Banyak pengunjung mengaku merasakan hawa dingin atau pengalaman tak biasa saat memasuki ruangan itu.
Tidak hanya hotel, ritual budaya juga semakin memperkuat keberadaan mitos ini. Tradisi labuhan yang rutin digelar Keraton Yogyakarta dan Surakarta menjadi contoh nyata.
Setiap tahun, sesajen berupa hasil bumi, pakaian, dan aneka persembahan dilarung ke laut sebagai bentuk penghormatan kepada sang ratu laut.
Acara ini selalu menarik ribuan penonton, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.
Seiring waktu, kisah Nyi Roro Kidul juga melahirkan banyak versi. Ada yang menggambarkan beliau sebagai perempuan cantik berbusana kebaya hijau, ada pula yang menyebutnya bisa menjelma menjadi ombak besar.
Sebagian versi lainnya mengaitkan Nyi Roro Kidul dengan tokoh legenda Jawa, seperti putri kerajaan yang terkena kutukan.
Keragaman cerita ini justru memperkaya khazanah budaya dan memperlihatkan bagaimana masyarakat Nusantara menuturkan kisah mistis dengan cara berbeda-beda.
Di sisi lain, mitos Nyi Roro Kidul seringkali dikaitkan dengan fenomena alam. Ombak besar dan arus ganas laut selatan dianggap wujud kekuatan gaib sang ratu.
Namun, para ahli geologi menjelaskan bahwa kondisi itu sebenarnya dipengaruhi letak Samudra Hindia yang langsung berhadapan dengan samudra lepas, sehingga arus lautnya sangat kuat.
Meski begitu, penjelasan ilmiah ini tak serta-merta mengurangi keyakinan masyarakat akan sisi mistisnya.
Kini, kisah Nyi Roro Kidul tidak hanya hidup dalam cerita rakyat, tetapi juga merambah dunia modern. Film, novel, dan konten digital banyak mengangkat sosoknya sebagai simbol misteri Nusantara.
Bahkan, beberapa konten kreator wisata mistis menjadikan mitos Nyi Roro Kidul sebagai daya tarik utama untuk mengundang penonton muda yang penasaran dengan cerita horor lokal.
Meski berbeda sudut pandang, masyarakat sepakat bahwa Nyi Roro Kidul merupakan bagian penting dari warisan budaya Jawa. Bagi sebagian orang, ia adalah penjaga laut sekaligus simbol keindahan mistis.
Bagi yang lain, kisahnya hanyalah mitos yang perlu dihargai sebagai cerita rakyat. Terlepas dari semua itu, legenda Nyi Roro Kidul terus menjadi jembatan antara tradisi, budaya, dan pariwisata.
Editor : Agung Sedana