RADARBANYUWANGI.ID - Kalau kamu suka nonton drama Korea atau dengar wawancara idol K-pop, kamu pasti sering dengar kata-kata yang terdengar mirip tapi beda, seperti “gomawo” dan “kamsahamnida”. Keduanya artinya sama, yaitu “terima kasih”, tapi cara penggunaannya beda.
Nah, itu karena dalam bahasa Korea ada tingkatan kesopanan yang disesuaikan dengan lawan bicara. Bahasa ini bukan cuma soal kata-kata, tapi juga menunjukkan rasa hormat dan hubungan sosial.
Dalam budaya Korea, menghormati orang yang lebih tua atau punya status lebih tinggi itu penting banget.
Jadi, dalam bahasa mereka ada pembagian utama: banmal (informal) dan jondaetmal (formal/sopan).
Banmal biasanya digunakan kepada teman sebaya, orang yang lebih muda, atau orang yang sudah sangat akrab. Sementara jondaetmal digunakan saat bicara dengan orang yang lebih tua, guru, atasan, atau orang yang baru dikenal.
Contohnya, saat mengucapkan “terima kasih”:
Gomawo (고마워) → informal
Gomawoyo (고마워요) → agak sopan
Kamsahamnida (감사합니다) → sangat sopan
Atau saat menyapa:
Annyeong (안녕) → informal, untuk teman dekat
Annyeonghaseyo (안녕하세요) → sopan, untuk umum atau orang yang lebih tua
Annyeonghasimnikka (안녕하십니까) → sangat formal, biasanya di situasi resmi
Penggunaan tingkat bahasa ini tidak bisa asal-asalan. Kalau kamu salah pakai, bisa dianggap tidak sopan atau terlalu akrab.
Misalnya, ngomong “gomawo” ke dosen atau orang tua bisa dianggap kurang ajar. Karena itu, orang asing yang belajar bahasa Korea biasanya diajarkan bentuk sopan dulu agar aman.
Tingkat kesopanan ini juga memengaruhi kata kerja. Banyak kata kerja dalam bahasa Korea punya versi sopan dan tidak sopan. Misalnya:
Makan → meokda (먹다) (bentuk dasar)
Banmal: meok-eo (먹어)
Jondaetmal: meogeoyo (먹어요) / meogeumnida (먹습니다)
Yang menarik, di Korea ada momen khusus ketika dua orang yang sebelumnya pakai jondaetmal memutuskan untuk mulai pakai banmal.
Biasanya ini dilakukan saat hubungan mereka sudah sangat dekat, dan itu dianggap bentuk keakraban yang penting.
Tingkatan bahasa ini juga terasa banget di dunia kerja. Karyawan baru biasanya harus bicara dengan sangat sopan ke atasan, tapi setelah lama bekerja dan makin akrab, mereka bisa sedikit lebih santai. Di sekolah pun, siswa kelas satu harus sopan ke kakak kelas.
Jadi, belajar bahasa Korea bukan hanya soal hafalin kosakata dan grammar, tapi juga memahami nilai-nilai budaya di baliknya.
Bahasa mereka mencerminkan rasa hormat, struktur sosial, dan kehangatan dalam hubungan. Kalau kamu tertarik dengan budaya Korea, mengenal tingkatan bahasa ini adalah langkah penting. Jangan sampai keliru ya!
Penulis : Maharani Valensya Nurma Yunita | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Editor : Ali Sodiqin