Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rangkaian Rebo Wekasan di Banyuwangi, Tradisi Tolak Bala yang Kaya Makna

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 12 Agustus 2025 | 22:35 WIB
Sejumlah warga Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, bersama menggelar selamatan Sego Golongan saat Rebo Wekasan, tanda syukur dan doa menolak bala.
Sejumlah warga Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, bersama menggelar selamatan Sego Golongan saat Rebo Wekasan, tanda syukur dan doa menolak bala.

RADARBANYUWANGI.ID – Di Banyuwangi, tradisi Rebo Wekasan dijalankan dengan nuansa lokal yang khas.

Setiap Rabu terakhir di bulan Safar, masyarakat di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, menggelar selamatan Sego Golongan, bentuk syukuran menjaga keselamatan dan menolak bala.

Rangkaian acara dimulai pada Selasa sore dengan doa-serta selamatan kecil di rumah warga.

Ketika Rabu tiba, masyarakat berkumpul di balai desa atau masjid terdekat untuk salat sunah dan doa bersama, sebagai permohonan perlindungan dari marabahaya.

Puncaknya adalah Sego Golongan, di mana nasi dan lauk-pauk berkelompok (golongan) dibagikan kepada warga. Biasanya, makanan yang disedekahkan melambangkan harapan agar penduduk diberkahi rizki dan terhindar dari musibah.

Selain itu, di pesisir Banyuwangi juga digelar tradisi Petik Laut. Masyarakat melarung sesaji dalam kapal kecil ke laut sebagai simbol permohonan keselamatan dan kelancaran rezeki bagi nelayan. Doa bersama mengawali ritual ini di pantai.

Dinamika udara lokal semakin kuat karena Rebo Wekasan juga menjadi momen mempererat komunitas.

Saat perayaan berlangsung, orang berbincang, berbagi kisah, dan memperbaharui ikatan sosial menjadikan tradisi ini bukan hanya soal spiritual, tapi juga pemersatu masyarakat.

Sebagai warisan budaya Osing, pelaksanaan Rebo Wekasan di Banyuwangi tetap eksis karena diwariskan dari generasi ke generasi.

Nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, dan spiritualitas terus dijaga, meski zaman berubah.

Rangkaian acara tersebut menjadi bukti bahwa Rebo Wekasan tak hanya soal ritual tolak bala, tetapi juga refleksi budaya masyarakat Osing akan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.


Penulis: Devi Fathihatul Asliha | magang jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#rebo #Rebowekasan #tradisi #Safar