RADARBANYUWANGI.ID – Jember Fashion Carnaval (JFC) dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sering disebut sebagai “duet maut” karnaval busana di Jawa Timur.
Meski berbeda nuansa, keduanya punya banyak kesamaan yang membuatnya sama-sama spektakuler.
Pertama, keduanya digelar setiap tahun dengan melibatkan ribuan peserta dan ratusan ribu penonton.
Jalan protokol kota menjadi catwalk raksasa, lengkap dengan dekorasi, tata cahaya, dan musik pengiring yang memukau.
Kedua, baik JFC maupun BEC sama-sama menghadirkan defile bertema. Setiap defile punya cerita, konsep, dan kostum yang dirancang khusus, mulai dari detail hiasan kepala, sayap raksasa, hingga aksesori rumit.
Ketiga, keduanya tidak sekadar hiburan. Ada unsur edukasi, promosi pariwisata, dan pelestarian budaya.
Peserta belajar tentang desain, koreografi, dan makna di balik setiap kostum. Sementara penonton disuguhi ragam warna dan simbol budaya yang menjadi identitas daerah.
Keempat, dua karnaval ini juga berhasil menarik perhatian internasional. Wisatawan mancanegara, fotografer, dan media global kerap hadir untuk meliput, membawa nama Jember dan Banyuwangi ke panggung dunia.
Dengan kombinasi seni, budaya, dan kreativitas yang ditampilkan, JFC dan BEC menjadi bukti bahwa Jawa Timur tak hanya kaya tradisi, tapi juga mampu menyajikannya dalam format pertunjukan kelas dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin