RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah dunia yang serba cepat, orang Jawa punya cara sendiri dalam menghadapi kehidupan, dengan memegang filosofi “Alon-alon Waton Kelakon”. Apa sih artinya? Yuk kenalan lebih dalam dengan filosofi ini!
Secara harfiah artinya: Pelan-pelan, asal tercapai.
Bukan soal malas atau lambat, tapi tentang menghargai proses, sabar, dan penuh perhitungan.
Orang Jawa percaya yang penting jalan terus meski pelan, asal tujuan tercapai dengan selamat.
Fokus pada proses, bukan sekadar hasil cepat. Tujuannya ialah untuk menjaga harmoni, menghindari konflik, menjalani hidup dengan tenang dan penuh pertimbangan
Filosofi ini yang membuat masyarakat Jawa dikenal cenderung pendiam, kalem dan tidak reaktif.
Dalam artian alon-alon waton kelakon, bukan berarti dijadikan untuk malas-malasan karena pelan dalam melakukan apapun.
Namun dijadikan patokan untuk menjalani hidup agar tidak terlalu tergesa-gesa serta lebih ke menikmati segala genre hidup.
Misalnya ketika kamu memiliki banyak tugas atau kerjaan yang harus dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan ini, dengan menerapkan filosofi ini dalam hidupmu, pasti semua akan berjalan dengan baik.
Mengatur jadwal agar lebih disiplin, selalu enjoy dalam mengambil keputusan untuk diri sendiri, serta menghindari konflik yang membuat segala rencanamu gagal saat itu juga.
Baca Juga: Rincian Gaji Pensiunan PNS Naik Mulai 1 Agustus, Termasuk Pensiun Janda dan Duda Pegawai
Tetap bergerak, tetap berusaha dan yakin bahwa kamu bisa melewati semuanya, serta dihadapi dengan tenang alias tidak “grusa-grusu” atau terburu-buru.
Intinya ialah kamu bisa memilih langkah yang tepat, bukan sekadar cepat.
Apakah filosofi ini masih relevan di era modern seperti sekarang? Tentu saja!
Ketika semua orang sedang berlomba-lomba untuk jadi yang tercepat, kadang kita lupa kalau tergesa-gesa justru bisa bikin salah langkah.
Alon-alon waton kelakon mengajak kita untuk hidup slow down, tapi tetap konsisten untuk jalan, fokus ke tujuan dan jangan asal pilih, tapi pikir matang-matang dulu. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Lugas Rumpakaadi