RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah derasnya modernitas dan teknologi, kita sering lupa dari mana kita berasal dan ke mana akan kembali.
Konsep "Sangkan Paraning Dumadi" dari falsafah Jawa mengajak kita untuk mengingat jati diri, bukan cuma sebagai manusia fisik, tapi juga makhluk spiritual.
Apa Sih Arti Dari Sangkan Paraning Dumadi?
Secara sederhana, "Sangkan" berarti dari mana, dan "Paran" berarti ke mana.
Falsafah ini mengajak manusia untuk merenungi asal-usul kehidupan dan tujuan akhirnya, bukan hanya secara biologis, tapi juga secara spiritual.
la adalah pengingat bahwa kita berasal dari Tuhan, dan akan kembali kepada-Nya.
Kalimat ini memiliki 3 makna inti yang mendalam, yakni:
- Sangkan paraning dumadi - asal dan tujuan seluruh alam semesta.
- Sangkan paraning manungsa - asal dan tujuan kehidupan manusia.
- Sangkan paraning dumadining manungsa - keterhubungan antara manusia dan seluruh penciptaan.
Semua ini menggambarkan siklus spiritual manusia yang menyatu dengan alam dan Tuhan.
Manusia pada era sekarang seringkali kehilangan arah karena terlalu fokus pada materi dan logika.
Sangkan paran jadi cermin bahwa hidup bukan hanya soal karier dan kekayaan, tapi juga keseimbangan antara akal dan jiwa antara dunia dan keilahian. la hadir sebagai penawar dari krisis spiritual zaman sekarang.
Falsafah Jawa, khususnya kejawen, tidak menolak kemajuan. Tapi ia menawarkannya dengan bumbu spiritual.
Kejawen percaya bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kepekaan batin, agar manusia tidak kering secara spiritual dan tetap harmonis dengan alam serta Tuhannya.
Sangkan Paraning Dumadi bukan dogma, tapi proses penyadaran. la adalah ajakan untuk kembali mengenali siapa kita sebenarnya.
Bukan hanya manusia yang bekerja, belajar, dan bersosial, tapi juga jiwa yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Yang Maha Kuasa. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin