RADARBANYUWANGI.ID – Orang Jawa dikenal kalem, sabar, dan terlihat 'nrimo'. Tapi, jangan buru-buru menganggap bahwa orang Jawa itu terlalu pasrah, tidak mau mencoba dan tanpa usaha.
Filosofi Nrimo Ing Pandum ternyata memiliki arti yang lebih dalam dari yang kamu kira, kalimat ini bukan sekedar kiasan semata.
Arti Nrimo Ing Pandum
Secara harfiah, "nrimo ing pandum" artinya menerima bagian atau takdir yang diberikan. Tapi bukan berarti pasrah dan berpangku tangan.
Filosofi ini justru dimulai dari percobaan usaha nyata, baru setelah itu kita hanya tinggal berserah diri serta tawakal.
Makanya, di belakangnya ada kalimat: Makaryo ing nyoto yang artinya bekerja secara nyata.
Konsep ini ngajarin kita buat tetap berusaha keras, tapi juga siap menerima hasil apapun.
Kalau memang hasilnya mengecewakan, bukan berarti hidup kita telah usai. Orang Jawa percaya, ada hal yang memang bukan kuasa manusia, tapi kuasa Tuhan, sisanya kita coba lagi.
Dalam jurnal penelitian dari UGM, nrimo itu gabungan antara rasionalitas dan emosi. Orang yang nrimo bukan berarti lemah.
Namun justru malah mempunyai kekuatan buat berdamai dengan keadaan dan tetap jalan terus untuk mencoba berbagai hal yang siapa tahu itu jalan yang tepat menjemput kesuksesan diri.
Baca Juga: Hawaii Keluarkan Peringatan Dini Tsunami, Terimbas Gempa M 8,6 di Rusia Timur
Di tengah hidup yang penuh tuntutan dari luar sana, konsep ini mengajarkan kita agar tetap bekerja keras, tidak berharap lebih kepada manusia, serta jika gagal jangan kecewa dan menyerah.
Karena hidup ini bukan cuma soal hasil, tapi juga cara kita menyikapi proses saat melaksanakan usaha itu dan mematangkan niat.
Nrimo ing pandum adalah pengingat. Bahwa tidak semua hal bisa dikontrol, dan itu bukan akhir dunia.
Filosofi ini justru mengajarkan kita buat tetap bersyukur, tenang, dan kuat, apa pun yang terjadi. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin