RADARBANYUWANGI.ID – Pernah dengar Panjalu? Nama ini adalah identitas lain dari Kerajaan Kediri yang pernah menguasai wilayah luas di Nusantara.
Yuk, telusuri sejarah lengkapnya mulai dari asal-usul hingga runtuhnya Panjalu.
Setelah Raja Airlangga turun tahta pada 1042 Masehi, ia membagi wilayah kekuasaannya demi mencegah perang saudara.
Pembagian ini terdiri dari Sri Samarawijaya yang mendapatkan bagian barat lalu mendirikan Kejaraan Panjalu (Kediri) serta Mapanji Garasakan mendapat bagian timur dan mendirikan Kerajaan Jenggala.
Kemudian, harapan yang dinanti Raja Airlangga setelah pembagian wilayah kekuasaan ini untuk mencegah perang saudara telah pupus.
Konflik tetap pecah, Kerajaan Panjalu dan Kerajaan Jenggala tetap melakukan perang antar saudara untuk merebut kekuasaan wilayah penuh.
Peninggalan yang masih tegak tentang perang saudara ini ialah Prasasti Ngantang (mencatat kemenangan Panjalu dengan tulisan (“Panjalu Jayati”) dan Prasasti Turun Hyang (1044 M).
Akhirnya pada tahun 1059 M, Kerajaan Jenggala resmi runtuh. Selanjutnya, Panjalu menjadi satu-satunya penerus Airlangga.
Puncak kejayaan Panjalu terjadi saat Sri Jayabhaya berkuasa (1135-1157). Menurut catatan Tiongkok, Panjalu diakui sebagai negeri paling kaya setelah Cina dan Arab.
Wilayahnya meliputi Jawa, Bali, Kalimantan, Papua, hingga Sulawesi, karya sastra pun berkembang pesat, termasuk karya Kakawin Bharatayuddha.
Kisah berakhir saat raja terakhir Panjalu yakni Sri Kertajaya (1194-1222) yang terlibat konflik dengan kaum brahmana. Lalu, kaum brahmana memohon bantuan kepada Ken Arok, penguasa Tumapel.
Tak disangka, tahun 1222 M, Ken Arok berhasil menaklukkan Panjalu dalam Perang Ganter yang mengakibatkan Kerajaan Kediri pun Runtuh, dan digantikan oleh Kerajaan Singasari.
Berikut daftar warisan bukti sejarah Kerajaan Panjalu yang bisa dijumpai di masa kini:
- Prasasti (Ngantang, Sirah Keting, Turun Hyang, dan lainnya).
- Situs Tondowongso di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
- Sastra seperti Kakawin Bharatayuddha.
- Nama Panjalu juga masih digunakan di beberapa daerah sebagai simbol kejayaan masa lalu. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin