RADARBANYUWANGI.ID – Selain puasa mutih dan puasa Senin-Kamis, Apakah kalian pernah mendengar tentang puasa weton?
Salah satu tradisi spiritual khas Jawa yang masih dijalankan hingga kini. Bukan cuma soal pantangan, tapi juga soal rasa syukur dan koneksi batin.
Puasa weton adalah puasa yang dilakukan saat hari kelahiran seseorang menurut kalender Jawa (weton). Biasanya terjadi tiap 35 hari sekali, seperti "Senin Kliwon" atau "Jumat Wage".
Tujuannya untuk mendekatkan diri pada Tuhan, bersyukur, mencari keberkahan hidup, ada juga yang menggunakan bab ini sebagai syarat untuk mencari hari baik yang diinginkan untuk melakukan suatu hal.
Bagaimana cara melakukan puasa weton ini? Berikut tata caranya:
- Cek Weton Kelahiran - Gunakan kalender Jawa online atau tanya ke orang tua yang sudah tahu.
- Mandi Besar - Dilakukan sebelum waktu puasa dimulai.
- Niat Puasa - Contohnya: "Niat saya puasa hari weton saya selama tiga hari, kakang kawah adi ari-ariku patuh dan tunduklah kepadaku."
- Puasa Sehari Penuh - Layaknya puasa pada umumnya.
Beberapa orang juga melengkapi puasa weton dengan beberapa amalan berikut.
- Sholat hajat.
- Kirim doa untuk para leluhur atau keluarga yang sudah meninggal lebih dulu.
- Meditasi dan refleksi diri.
- Berdoa untuk hajat pribadi.
Semua ini bertujuan untuk memperkuat ikatan spiritual dan memperbaiki diri secara kedekatan hati kepada Sang Pencipta.
Jika kalian ingin melakukan puasa weton, hindari hal ini saat melaksanakannya:
- Merokok.
- Berbohong.
- Berhubungan intim.
- Konsumsi daging dan alkohol.
- Berbuat jahat.
Puasa ini menekankan pengendalian diri total, bukan cuma fisik, tapi juga mental.
Meski tidak dicontohkan dalam Islam dan tidak wajib, puasa weton tetap boleh dilakukan sebagai bentuk tradisi dan spiritualitas.
Selama tidak bertentangan dengan ajaran agama, tradisi ini bisa jadi sarana introspeksi diri yang dalam. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin