RADARBANYUWANGI.ID – Tiga hari menjelang puncak event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025, sebanyak 120 peserta menjalani gladi resik di kawasan Taman Blambangan, Kamis (10/7).
Tak sekadar menonjolkan keindahan adibusana serta koreografi yang memukau, ajang ini juga meneguhkan inklusivitas Banyuwangi.
Ya, gladi bersih kemarin tidak hanya diikuti peserta dari kalangan umum. Ada pula tiga teman difabel alias penyandang disabilitas yang ikut ambil bagian.
Mereka antusias menampilkan kemampuan terbaik dalam latihan umum terakhir sebelum puncak BEC tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Ainur Rofiq mengatakan, gladi resik digelar sejak pagi kemarin hingga tadi malam.
“Ini menjadi ajang pematangan konsep penampilan, terutama koreografi dan pengenalan rute parade,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pendamping difabel, yakni Yuyun menuturkan, jumlah teman difabel yang ikut ambil bagian pada BEC tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya melibatkan satu penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah, tahun ini ada tiga orang disabilitas yang ikut BEC. Semoga ke depan semakin banyak penyandang disabilitas yang berani tampil dan bersaing dengan orang normal yang lainnya. Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi,” kata dia.
BEC yang dihelat mulai 11 hingga 13 Juli rencananya akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting.
Mereka antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Ipuk Fiestiandani, serta Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta.
Salah satu peserta asal Kecamatan Genteng, Icha, mengaku antusias meski baru pertama kali mengikuti BEC.
“Saya ikut seleksi BEC di Banyuwangi walaupun rumah saya di Genteng. Karena memang ingin sekali ikut. Walau capai persiapannya, saya sangat senang bisa jadi bagian dari acara besar ini,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin