Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kapan Suro 2025 Berakhir? Ini Makna malam Terakhir, Beda Jauh dengan Awal

Agung Sedana • Minggu, 6 Juli 2025 | 00:31 WIB
Apa alasan orang harus begadang atau melekan saat malam satu suro?
Apa alasan orang harus begadang atau melekan saat malam satu suro?

RADARBANYUWANGI.ID - Dalam budaya Jawa, bulan Suro selalu punya tempat istimewa. Bukan sekadar penanggalan, Suro identik dengan suasana hening, ritual laku prihatin, hingga pantangan-pantangan yang dijaga turun-temurun.

Namun banyak orang masih bertanya kapan tepatnya bulan Suro 2025 berakhir? Dan apa makna akhir Suro dibandingkan malam 1 Suro?

Berdasarkan kalender Jawa, bulan Suro 2025 akan berakhir pada Jumat Pon, 25 Juli 2025.

Suro yang bersamaan dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriyah, dimulai pada Jumat Kliwon, 27 Juni 2025.

Jadi rangkaian laku prihatin, tirakat, kirab pusaka, dan aneka tradisi pensucian diri secara simbolis berakhir di tanggal tersebut.

Setelah itu, penanggalan Jawa memasuki bulan Sapar (Safar) yang sering dianggap sebagai awal kembali pada rutinitas kehidupan sosial.

Makna Akhir Suro

Bagi masyarakat Jawa, akhir Suro punya filosofi penutup. Yakni menandai usainya masa pembersihan diri, karena sepanjang Suro banyak orang menjalankan tirakat, kungkum (berendam di sungai), atau puasa mutih.

Simbol ‘menutup pintu gaib’, karena Suro diyakini waktu di mana batas fisik dan spiritual lebih tipis.

Di ujung Suro, suasana mistis itu dipercaya mulai ‘ditutup’, diganti dengan suasana yang lebih sosial di Sapar.

Waktu menetapkan niat baru, sebagaimana penanggalan Hijriyah memasuki babak berikutnya.

Banyak orang Jawa percaya akhir Suro adalah waktu tepat untuk meneguhkan tekad baru dengan hati dan pikiran yang lebih bersih.

Meski sama-sama penting, malam 1 Suro punya makna yang berbeda dengan tanggal akhir Suro.

Baca Juga: Awal Suro: Daftar Pejabat yang ke Alas Purwo, Mayoritas dari Jakarta, Termasuk Istana

Malam 1 Suro identik dengan puncak ritual seperti kirab pusaka, doa tolak bala, hingga tirakatan.

Intinya, masyarakat Jawa menyiapkan diri menyambut tahun baru Jawa-Hijriyah dengan kondisi batin yang suci.

Akhir Suro justru penutup rangkaian tersebut. Jika malam 1 Suro adalah pembuka tirakat, maka akhir Suro adalah tanda bahwa laku prihatin selesai dijalani, pantangan sosial mulai dilonggarkan, dan orang-orang bisa kembali ‘ramai’ dengan kegiatan hajatan atau pesta yang sempat dihindari di bulan Suro.

Jadi, bulan Suro 2025 berakhir pada Jumat Pon, 25 Juli 2025. Tanggal ini menandai penutup masa sakral penuh keheningan yang dipegang masyarakat Jawa untuk introspeksi dan pensucian diri.

Setelah Suro lewat, masyarakat Jawa pun masuk ke bulan Sapar yang sarat tradisi lokal lain seperti Slametan Sapar atau Sapar Banyu.

 

Editor : Agung Sedana
#jawa #suro #berakhir