RADARBANYUWANGI.ID – Pemkab Banyuwangi mengubah rute parade Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025. Perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari keamanan, kenyamanan pengunjung, hingga efisiensi lalu lintas di pusat kota selama acara berlangsung.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Ainur Rofiq menjelaskan, rute yang semula dimulai Taman Blambangan kini dialihkan.
Parade BEC tahun ini dimulai dari depan SDN Kepatihan, lalu melewati sebelah barat Taman Blambangan, lanjut ke jalan Dr. Soetomo dan finish depan kantor Pemkab di Jalan Ahmad Yani.
Perubahan ini juga mempertimbangkan evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan terdahulu, terjadi kepadatan penonton yang cukup tinggi di beberapa titik.
"Perubahan rute ini bertujuan untuk memperluas persebaran penonton sekaligus memastikan peserta karnaval dapat tampil dengan lebih leluasa dan aman. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan aparat keamanan untuk memastikan lalu lintas tetap terkendali,” ujar Rofiq.
Selain soal teknis pelaksanaan, penyesuaian rute ini juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kawasan lain di kota Banyuwangi.
Sehingga masyarakat di tinggal di kawasan itu bisa turut merasakan dampak ekonomi langsung dari event berskala nasional tersebut. Sejumlah titik alternatif disiapkan untuk menjadi titik atraksi dan spot foto bagi wisatawan.
Bukan itu saja, satu perubahan teknis lainnya adalah posisi pameran seni yang semula di bagian depan Gedung Seni-Budaya (Gesibu) Blambangan pindah ke lintasan pejalan kaki bagian selatan.
Menurut Rofiq, hal ini menjadi upaya mengurai kepadatan pengunjung pada rute lintasan karnaval.
“Nanti pameran seni akan pindah posisi juga. Yang semula berada di sebelah depan Gesibu Taman Blambangan maka akan berpindah ke pedestrian sebelah selatan” ujar Rofiq.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan selama pelaksanaan karnaval.
Pemkab juga mengajak warga untuk ikut menyukseskan event tahunan ini sebagai bagian dari wajah pariwisata Banyuwangi yang inklusif, kreatif, dan ramah pengunjung.
Sekadar diketahui, BEC 2025 mengangkat tema ”Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual”. Event ini akan mengangkat filosofi dan tahapan penting dalam siklus kehidupan masyarakat Oseng.
Filosofi dan tahapan penting kehidupan masyarakat Oseng yang bakal diangkat dalam BEC 2025 meliputi selapan, mudun lemah (turun tanah), sunatan (khitan), lamaran, pernikahan, mitoni (selamatan tujuh bulan kehamilan), hingga semoyo buyut (ritual atau upacara penghormatan kepada leluhur).
Event yang masuk kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 tersebut akan dihelat mulai 12-13 Juli mendatang. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin