RADARBANYUWANGI.ID - Persiapan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 terus dimatangkan.
Sejumlah seniman dan komposer lokal hadir langsung dalam evaluasi aransemen musik pengiring event tersebut di pelinggihan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Selasa (1/7).
Parade budaya yang masuk kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata tersebut bakal dihelat pada 12–13 Juli mendatang.
Mengangkat tema ”Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual”, event ini akan mengangkat filosofi dan tahapan penting dalam siklus kehidupan masyarakat Oseng.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Taufik Rohman menjelaskan, BEC tahun ini bukan sekadar karnaval, tapi perayaan budaya dan ekspresi spiritual.
”Kami ingin pesan ’ngelukat’ ini menyentuh semua orang yang melihatnya, baik wisatawan maupun warga lokal,” ujarnya.
Filosofi dan tahapan penting kehidupan masyarakat Oseng yang bakal diangkat dalam BEC 2025 meliputi selapan, mudun lemah (turun tanah), sunatan (khitan), lamaran, pernikahan, mitoni (selamatan tujuh bulan kehamilan), hingga semoyo buyut (ritual atau upacara penghormatan kepada leluhur).
”Oleh sebab itu, aransemen musik pengiring harus benar-benar memiliki ’roh’,” kata Taufik.
Rencananya, hari ini (2/7) peserta BEC akan melakukan gladi di jalan depan Gedung Seni-Budaya (Gesibu) Blambangan.
”Gladi ini penting untuk melihat sejauh mana persiapan peserta sebelum tampil pada 12 Juli mendatang,” pungkas Taufik. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin