Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

6 Gunung Pertapaan Favorit di Bulan Suro, Nomer 5 Paling Anomali

Agung Sedana • Selasa, 24 Juni 2025 | 14:05 WIB
Gunung di Jawa yang menjadi tempat para pertapa melakukan semedi di bulan Suro.
Gunung di Jawa yang menjadi tempat para pertapa melakukan semedi di bulan Suro.

RADARBANYUWANGI.ID - Bulan Suro dalam penanggalan Jawa bukan sekadar pergantian tahun. Ia adalah momen sakral yang diyakini penuh energi spiritual, waktu terbaik untuk menyepi, menata batin, dan mendekatkan diri pada kekuatan ilahiah.

Bagi masyarakat Jawa, bulan ini identik dengan laku prihatin, puasa, semedi, tirakat, hingga ritual kungkum.

Dan bukan hanya keraton dan pantai yang jadi tujuan, banyak pula yang memilih gunung sebagai tempat bertapa dan bermeditasi.

Gunung, dalam kosmologi Jawa, bukan hanya puncak bumi, tetapi juga tempat pertemuan antara dunia manusia dan dunia gaib.

Di sanalah dipercaya para leluhur moksa, para wali bertapa, dan energi spiritual bumi berkumpul. Tak heran jika sejumlah gunung di Jawa menjadi tujuan utama mereka yang menjalankan lelaku di malam 1 Suro.

Ribuan orang datang bukan untuk mendaki sekadar menaklukkan ketinggian, melainkan untuk menaklukkan ego.

Gunung menjadi ruang batin yang hidup, tempat manusia menghadapkan dirinya sepenuhnya pada alam dan penciptanya.

Meski tak semua gunung ramai didatangi pendaki, gunung berikut ini dikenal sebagai pusat spiritualitas dan tirakat di bulan Suro. Masing-masing punya kisah, aura, dan daya magis yang berbeda.

1. Gunung Lawu – Karanganyar

Gunung Lawu disebut sebagai gunung paling sakral di Jawa. Setiap malam 1 Suro, ribuan orang naik ke lerengnya untuk tirakat, semedi, dan ziarah ke petilasan-petilasan seperti Hargo Dalem, Hargo Dumilah, dan Sendang Drajat.

Banyak yang melakukan tapa bisu (tidak berbicara) sambil berjalan kaki malam-malam hingga puncak. Mereka percaya Lawu adalah tempat moksa Raja Brawijaya V dan penuh energi spiritual.

2. Gunung Tidar – Magelang

Dikenal sebagai "pakunya Tanah Jawa", Gunung Tidar berada tepat di jantung Kota Magelang dan menjadi lokasi ziarah malam 1 Suro.

Banyak orang datang untuk berdoa di makam Syekh Subakir, tokoh legendaris dari Persia yang disebut-sebut menancapkan paku spiritual di Tanah Jawa untuk menetralisir gangguan makhluk halus.

Tidar dianggap pusat spiritual penting dan tempat laku spiritual Kejawen.

Baca Juga: 7 Spot Paling Anu di Alas Purwo Ketika Bulan Suro, Berharap Jumpa Gayatri

3. Gunung Kawi – Malang

Gunung ini terkenal sebagai tempat ritual pesugihan dan tirakat malam Suro. Kompleks utama di lereng Gunung Kawi adalah makam Eyang Jugo dan Eyang Sujo, yang setiap malam Suro dipenuhi peziarah dari berbagai penjuru Indonesia.

Meskipun Gunung Kawi sering dikaitkan dengan hal mistik, di sisi lain tempat ini juga digunakan untuk menyepi, meditasi, dan memohon keselamatan.

4. Gunung Srandil – Cilacap

Gunung kecil di pesisir selatan ini menjadi lokasi tirakat penting terutama saat bulan Suro. Banyak tokoh spiritual nasional melakukan laku prihatin di sini.

Ada kompleks petilasan dan makam para tokoh kejawen, termasuk Pangeran Diponegoro versi lokal, serta tempat semedi terbuka di gua-gua. Ritual kungkum, meditasi, dan doa malam sering dilakukan secara sunyi.

5. Gunung Raung - Banyuwangi 

Khusus gunung yang satu ini sangat jarang dipilih. Ini karena sumber magis di gunung Raung dipercaya menjadi pusat dari seluruh aktivitas mistik di pulau Jawa.

Konon, di gunung ini terdapat kerajaan gaib terbesar yang terhubung langsung dengan hutan tertua di Jawa, Alas Purwo.

Disini banyak mitos yang berkembang, mulai dari pesugihan, harta karun, hingga ritual-ritual lainnya sering dilakukan di lokasi tersembunyi.

Mitos jagung emas misalnya, yang sudah populer di kalangan pendaki. Biasanya, beberapa orang sengaja memilih gunung Raung untuk bertapa di bulan Suro karena alasan tertentu. 

6. Gunung Merapi – Yogyakarta

Gunung Merapi dikenal bukan hanya karena letusannya, tetapi juga nilai spiritualnya. Saat malam Suro, beberapa warga lereng Merapi (terutama di Kinahrejo dan Selo) mengadakan ritual labuhan dan semedi.

Lokasi populer adalah Petilasan Mbah Maridjan dan Batu Watu Gajah. Mereka percaya Merapi adalah “paku bumi” dan poros gaib yang menghubungkan manusia dengan kekuatan tak kasat mata.

Editor : Agung Sedana
#suro #ritual #Raung #gunung