Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

7 Pantai Sakral Tempat Ritual Bulan Suro di Jawa, dari Larung Sesaji hingga Mandi Suci

Agung Sedana • Selasa, 24 Juni 2025 | 12:05 WIB
Pantai Selatan, menjadi destinasi spiritual paling ramai saat bulan Suro dalam kalender Jawa.
Pantai Selatan, menjadi destinasi spiritual paling ramai saat bulan Suro dalam kalender Jawa.

RADARBANYUWANGI.ID - Bulan Suro atau 1 Muharram dalam kalender Jawa dikenal sebagai bulan penuh laku spiritual.

Di berbagai wilayah Jawa, ritual-ritual sakral dilakukan untuk menyambut pergantian tahun Jawa, salah satunya di kawasan pantai.

Bukan hanya soal budaya, tetapi juga berkaitan dengan keyakinan masyarakat terhadap kekuatan laut selatan dan alam gaib.

Berikut ini 7 pantai di Pulau Jawa yang menjadi lokasi ritual bulan Suro, lengkap dengan prosesi uniknya.

1. Pantai Parangtritis, Yogyakarta

Pantai ini dianggap sebagai “pintu gerbang” menuju kerajaan laut selatan. Setiap malam 1 Suro, ribuan orang berkumpul di sini untuk larung sesaji ke laut.

Sesaji biasanya berupa bunga, makanan, kain, hingga kepala kerbau. Ritual ini adalah bentuk penghormatan kepada Nyi Roro Kidul dan permohonan perlindungan untuk tahun yang baru.

Suasana magis terasa kental di tengah debur ombak dan taburan dupa dari para peziarah.

2. Pantai Parangkusumo, Bantul

Masih dalam satu garis dengan Parangtritis, pantai ini punya situs khusus berupa batu cepuri, tempat bertemunya Panembahan Senopati dan Ratu Laut Selatan menurut kepercayaan Kejawen.

Saat bulan Suro, banyak orang melakukan meditasi dan ritual di area ini. Bahkan beberapa melakukan semedi semalaman.

Parangkusumo juga menjadi titik utama ritual labuhan, yaitu prosesi membuang sesaji ke laut sebagai simbol pembuangan sial.

3. Pantai Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Dikenal sebagai pusat legenda Nyi Roro Kidul versi Jawa Barat, pantai ini ramai dikunjungi saat malam Suro untuk prosesi mandi suci.

Banyak warga dari luar daerah datang hanya untuk berendam di muara atau bibir pantai sebagai simbol penyucian diri.

Uniknya, tradisi ini masih dijalankan secara turun-temurun tanpa promosi besar-besaran, murni karena keyakinan kolektif

4. Pantai Popoh, Tulungagung

Pantai yang menghadap langsung ke Laut Selatan ini juga menjadi saksi ritual larung kepala kerbau dan tumpeng besar.

Kepala kerbau dilarungkan sebagai simbol penolak bala dan bentuk penghormatan terhadap penjaga laut.

Ribuan warga dari Tulungagung dan sekitarnya datang setiap malam 1 Suro untuk menyaksikan prosesi ini, diiringi gamelan dan doa-doa Jawa kuno.

5. Pantai Ngliyep, Malang

Pantai ini terkenal dengan nuansa mistisnya, terutama karena keberadaan Gunung Kombang yang diyakini sebagai tempat petilasan Nyi Roro Kidul.

Setiap Suro, masyarakat sekitar menggelar upacara Labuhan Sedekah Laut, melibatkan sesaji yang dilarung ke laut.

Selain warga, banyak peziarah juga datang untuk bermeditasi di pesisir atau di puncak Gunung Kombang.

6. Pantai Sadeng, Gunungkidul

Meski kini berfungsi sebagai pelabuhan nelayan, Pantai Sadeng dipercaya sebagai muara Sungai Bengawan Solo purba.

Ritual Suro di sini lebih bersifat lokal, seperti doa selamatan dan larung sesaji kecil.

Biasanya dilakukan nelayan sebagai ungkapan syukur dan harapan keselamatan selama melaut di tahun mendatang.

7. Pantai Sayung, Demak

Pantai Sayung terkenal dengan tradisi kungkum atau berendam malam hari yang dilakukan di tepi pantai saat Suro.

Selain itu, warga sekitar juga melarung sesaji ke laut. Kepercayaan masyarakat setempat menyebutkan bahwa malam Suro adalah waktu yang kuat secara spiritual untuk menyucikan diri dan menolak gangguan gaib.

Pantai-pantai ini bukan sekadar tempat wisata, tapi juga menyimpan nilai sakral dan spiritual yang dalam bagi masyarakat Jawa.

Ritual-ritual bulan Suro menunjukkan bagaimana hubungan manusia, alam, dan keyakinan masih terjalin erat hingga kini. 

Editor : Agung Sedana
#suro #ritual #pantai