RADARBANYUWANGI.ID – Masyarakat Singojuruh kembali menggelar festival budaya.
Event budaya tersebut dipuasatkan di sepanjang jalan depan kantor Desa Singojuruh dengan tema ”Ruwat Rawat Singomanjuruh” pada Sabtu (14/6)
Kirab budaya sepanjang 2 kilometer (km) tersebut cukup menyedot animo masyarakat.
Kirab ini menampilkan banyak kesenian khas, mulai tarian hingga musik angklung caruk yang menjadi ciri khas masyarakat Oseng di Singojuruh, khususnya di Dusun Pasinan.
Esensi dari acara ini ialah mengedepankan kesenian yang terinspirasi dari kultur masyarakat agraris di Singojuruh.
Kirab budaya kali ini juga sebagai upaya untuk menghidupkan semangat melestarikan budaya yang mengakar di masyarakat Singojuruh sejak tahun 1940-an.
”Masyarakat Singojuruh, khususnya di wilayah Pasinan, sudah akrab dengan seni angklung caruk. Kami bersama masyarakat ingin terus mengangkat potensi dan identitas ini melalui berbagai pertunjukan, salah satunya kirab budaya hari ini,” ujar Adlin Mustika Alam, ketua panitia festival budaya.
Kolaborasi antara seniman lokal dan pemerintah menghasilkan kemeriahan dalam acara tersebut. Seniman legendaris seperti Tohan, sang maestro angklung paglak turut hadir.
Dia menampilkan kebolehannya bermain angklung bersama seniman muda asal Singojuruh.
Tiap desa juga diwajibkan mengirimkan perwakilan penampilan pada kirab tersebut. Berbagai atraksi seni seperti ogoh-ogoh menjadi maskot karnaval.
”Angklung caruk yang khas membuat saya tertarik menonton. Saya selalu mencari momen angklung caruk tampil. Ceritanya pasti lucu dan seru,” ujar Bella, penonton asal Banyuwangi. (cw5-Dalila Adinda/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin