Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Padukan Ritual Mistis dan Festival Meriah Banyuwangi, Seblang Bakungan Kembali Hadir!

Ali Sodiqin • Selasa, 10 Juni 2025 | 20:38 WIB
INI TAHUN LALU: Tradisi Seblang Bakungan kembali digelar usai Idul Adha.
INI TAHUN LALU: Tradisi Seblang Bakungan kembali digelar usai Idul Adha.

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Banyuwangi dan pecinta budaya tradisional bersiap menyambut salah satu momen sakral yang paling dinanti sepanjang tahun.

Ya, Seblang Bakungan kembali digelar pada 10 hingga 12 Juni 2025. Bertempat di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi, acara ini menjadi bagian dari warisan budaya tak benda yang tetap lestari hingga hari ini.

Seblang Bakungan bukan sekadar tontonan. Ia adalah ritual adat yang menggabungkan unsur mistis, spiritual, dan tradisi yang dijaga turun-temurun.

Dalam tradisi ini, penari wanita—biasanya berusia lanjut dan telah menopause—menarikan tarian khas dalam kondisi trance, diyakini sebagai medium komunikasi dengan roh leluhur.

Digelar Tiga Hari Berturut-turut

Acara akan berlangsung selama tiga hari. Pada Selasa, 10 Juni 2025, rangkaian acara akan dibuka dengan Bazar UMKM dan penampilan Jazz Patrol, kelompok musik jalanan khas Banyuwangi.

Pada Rabu, 11 Juni, pengunjung bisa menikmati pertunjukan tari dari Sanggar Lang Lang Buana dan Jengirat Blambangan, yang turut memeriahkan bazar.

Puncaknya jatuh pada Kamis malam, 12 Juni 2025, saat ritual sakral Seblang Bakungan digelar.

Acara ini kerap menghadirkan suasana hening, khidmat, dan magis, membuat banyak penonton larut dalam aura spiritual yang mendalam.

“Ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah penghormatan terhadap leluhur dan tradisi desa,” ujar salah satu tokoh masyarakat Bakungan.

Tak Sekadar Ritual, Tapi Juga Festival Budaya

Rangkaian Seblang Bakungan 2025 dikemas dalam suasana festival yang meriah.

Sepanjang tiga hari, pengunjung bisa menikmati kuliner khas Banyuwangi, berburu kerajinan tangan, hingga mengabadikan momen di tengah gemerlap lampu bazar yang estetik dan Instagramable.

Pengunjung dari luar kota diimbau untuk datang lebih awal agar tidak terjebak penutupan jalan saat puncak acara berlangsung. Rute alternatif juga disiapkan untuk mempermudah akses menuju lokasi.

Momentum Libur Sekaligus Spiritual

Seblang Bakungan selalu digelar usai Hari Raya Idul Adha. Waktu ini dianggap paling sakral untuk pelaksanaan ritual.

Selain diyakini membawa berkah bagi desa, cuaca di bulan Juni yang relatif sejuk juga mendukung wisatawan menikmati acara malam hari.

Sebagai catatan, tidak semua orang bisa menjadi penari Seblang. Mereka dipilih dari garis keturunan tertentu, dan proses transnya dianggap sebagai bentuk kesucian yang tak bisa digantikan.

Inilah yang menjadikan Seblang Bakungan begitu spesial dan berbeda dari pertunjukan tari biasa.

Wisata Budaya, Kuliner, dan Spiritual dalam Satu Paket

Bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, Seblang Bakungan menjadi magnet tersendiri.

Banyak yang datang bukan hanya untuk menyaksikan ritual, tetapi juga untuk merasakan langsung atmosfer budaya yang masih hidup dan membumi di tengah masyarakat.

“Rasanya seperti kembali ke masa lalu, tapi dalam kemasan festival modern. Kita bisa belajar banyak soal budaya dan spiritualitas dari sini,” ujar Yana, wisatawan asal Jakarta yang tahun lalu turut menyaksikan ritual.

Jadi, tandai kalender Anda. Jangan lewatkan Seblang Bakungan 2025 – perpaduan antara sakral dan meriah yang hanya bisa Anda temukan di jantung budaya Banyuwangi. ***

Editor : Ali Sodiqin
#Seblang Bakungan #Banyuwangi Festival